BLORA, Harianmuria.com – Tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Blora berhasil menyumbang Rp157 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Oktober 2025. Angka tersebut hampir menyentuh target tahunan yang telah ditetapkan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora, Nur Betsia Bertawati, mengungkapkan bahwa kontribusi besar ini berasal dari tiga rumah sakit utama, yaitu RSUD dr R Soetijono Blora, RSUD dr R Soeprapto Cepu, dan RSUD Samin Surosentiko Randublatung.
Rincian Capaian PAD Tiap RSUD
Menurut Betsia, RSUD dr R Soetijono Blora menargetkan PAD sebesar Rp110 miliar, dan hingga Oktober sudah terealisasi 86 persen atau sekitar Rp94 miliar.
“RSUD dr R Soeprapto Cepu telah mencapai Rp59 miliar dari target Rp67 miliar atau sekitar 89 persen. Adapun RSUD Samin Surosentiko Randublatung menargetkan Rp5 miliar dan telah merealisasikan Rp4 miliar atau 80 persen,” jelasnya, Rabu, 5 November 2025.
Dinkesda Dorong Inovasi Pelayanan
Betsia menjelaskan, pendapatan tersebut diperoleh dari layanan pasien umum, BPJS Kesehatan, serta Jasa Raharja. Ia menegaskan, Dinkesda Blora terus mendorong seluruh RSUD agar berinovasi dalam peningkatan layanan kesehatan.
“Pelayanan soft skill dan respons cepat terhadap pasien harus ditingkatkan agar masyarakat semakin percaya pada tiga RSUD ini. Dengan begitu, pasien tidak perlu dirujuk ke luar Blora,” ungkapnya.
Status dan Pengembangan Fasilitas
Betsia menjelaskan bahwa RSUD Blora dan RSUD Cepu saat ini berstatus tipe C, sementara RSUD Randublatung masih tipe D dan membutuhkan perbaikan sarana-prasarana serta penambahan dokter spesialis.
“RSUD Blora tengah memproses pemenuhan layanan penyakit jantung, urologi, stroke, dan ginjal,” tambahnya.
Ketiga RSUD di bawah Pemkab Blora kini telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status tersebut, rumah sakit memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, meski pencatatan tetap harus dilaporkan ke Pemkab Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









