PEKALONGAN, Harianmuria.com – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menekankan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, mengingat 22 persen jalan di Kabupaten Pekalongan masih rusak.
Dalam kunjungannya ke Desa Krandon, Kecamatan Bojong, pada Rabu, 1 Oktober 2025, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) segera menindaklanjuti kerusakan jalan yang membahayakan pengguna.
“Jalan, kesehatan, dan pendidikan anak-anak kita itu prioritas utama. Harus kita perbaiki, meski kondisi keuangan terbatas,” ujar Fadia.
Anggaran Rp1 Miliar untuk Beton Jalan
Menurut Bupati, laporan kerusakan di ruas Desa Krandon, tepatnya jalan di sebelah barat Jembatan Pintu Gembiro, sudah berulang kali masuk melalui kanal “Halo Bupati” maupun media sosial. Pemerinath Kabupaten (Pemkab) pun telah mengalokasikan Rp1 miliar dari APBD 2025 untuk membeton ruas tersebut.
22 Persen Jalan di Pekalongan Masih Rusak
Fadia menjelaskan, dari total 632 kilometer jalan di Kabupaten Pekalongan, tingkat kemantapan baru mencapai 74–78 persen. Masih ada sekitar 22 persen jalan yang mengalami kerusakan. Karena keterbatasan anggaran, perbaikan diprioritaskan pada ruas paling mendesak.
“Kalau bisa semua jalan selesai diperbaiki dalam setahun. Namun kita harus memilih mana yang paling berbahaya dan padat pengguna,” katanya.
Koordinasi dengan Provinsi dan Pusat
Selain mengandalkan APBD, Pemkab Pekalongan juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar pembangunan infrastruktur bisa lebih cepat.
“Kita harus bergerak bersama. Saya bersama Wakil Bupati, Sekda, OPD, hingga dewan mencari dukungan agar pembangunan jalan segera tuntas,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










