BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 13 pelajar yang terlibat dalam aksi berpotensi anarkisme di Lapangan Golf Blora akhirnya dikembalikan ke orang tua masing-masing, Senin sore, 1 September 2025 di Aula Mapolres Blora.
Tatapan kecewa tampak di wajah para orang tua saat melihat anak-anak mereka yang terlibat, meski Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, memastikan para pelajar ini tidak terindikasi ikut gangster. Mereka hanya terprovokasi oleh ajakan dari gerakan massa di beberapa daerah.
“Anak-anak ini berusia 15 hingga 16 tahun. Dari kemarin kami lakukan pembinaan agar ke depannya bisa menjadi murid yang berbakti kepada guru dan orang tua, serta berprestasi di sekolah,” jelas Kapolres.
Baca juga: 12 Pelajar Terjaring Razia Grup Demo Anarkis di Blora
Ponsel Diamankan, Sepeda Motor Dikembalikan
Polisi tidak menemukan barang bukti yang berkaitan dengan aksi anarkisme di lokasi. Namun, untuk mencegah pengaruh ajakan serupa, ponsel para pelajar diamankan sementara, sedangkan sepeda motor telah dikembalikan.
“Tujuan utama mereka adalah demo. Ponsel kami amankan terlebih dahulu agar tidak terprovokasi lagi,” kata AKBP Wawan.
Kapolres menambahkan, ajakan mengikuti aksi ini datang melalui grup Instagram, sehingga sebagian besar orang tua tidak mengetahui aktivitas anak-anaknya di luar rumah dan sekolah. Banyak yang izin bermain atau berada di rumah teman, baru kemudian membuat orang tua khawatir karena anak belum pulang hingga malam.
Wajib Lapor dan Pembinaan Karakter
Sebagai tindak lanjut, para pelajar diwajibkan melakukan laporan dua kali seminggu dan mengikuti program pembinaan. Materi pembinaan meliputi pencegahan narkoba, edukasi tentang risiko tindakan merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta pembangunan karakter agar mereka tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif.
“Kami ingin membangun karakter siswa dan merubah pola pikir mereka agar lebih tangguh menghadapi pengaruh buruk,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










