BLORA, Harianmuria.com – Ribuan siswa baru tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Blora mulai menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak tanggal 17 Juli 2023 hingga 20 Juli 2023.
Ketua Musyawarah Kelompok Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Blora, Slamet Joko Waluyo mengatakan bahwa MPLS sekarang ini berbeda jauh dengan dahulu. Menurutnya, sekarang materi MPLS sudah memiliki panduan sehingga tidak ada lagi perploncoan.
“Jadi saya tekankan tidak ada istilah perpeloncoan,” ujarnya, pada Senin, 17 Juli 2023.
Joko menyebut, di kabupaten Blora ada sekitar 3.000 siswa baru yang sedang menjalani MPLS.
“Data pastinya belum masuk, namun di atas 3 ribu,” imbuhnya.
Salah satu sekolah yang tengah menjalani MPLS yakni di SMAN 1 Randublatung. Tampak ratusan siswa sedang mengawali pembukaan MPLS. Secara simbolis mereka dipasangi pita sebagai tanda pengenalan lingkungan sekolah dimulai.
Joko Subi selaku Waka Kesiswaan SMAN 1 Randublatung, mengatakan, saat ini sekolahnya menerima 10 rombongan belajar dengan total 360 siswa.
“Selama tiga hari mereka nantinya akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah,” katanya.
Menurutnya, materi dan jadwal sudah sesuai petunjuk yang tepah ditetapkan. Pelaksanaan MPLS juga lebih mengedepankan edukasi kepada siswa.
“Semua materi intinya akan mengedukasi siswa, tidak ada yang memberatkan apalagi perpeloncoan. Tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Tugas yang dibebankan kepada siswa baru hanya membuat tanda pengenal diri dari kertas sebagai identitas diri.
“Kertasnya bebas, tidak ada kertas khusus, sesuai kreasi anak,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu siswa baru, Nafasya Aulia Ramadhani saat ditanya soal masa MPLS ini dirinya merasa grogi diawal, karena baru pertama masuk sekolah idaman.
“Awalnya grogi takut kalau ada prank, tapi ternyata tidak. Materinya menyenangkan semua,” ungkapnya. (Lingkar Network | Hanafi – Lingkarjateng.id)










