REMBANG, Harianmuria.com – Dalam rangka percepatan penurunan kasus stunting, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang mengoptimalkan peran kampung keluarga berencana (KB).
Langkah yang ditempuh dengan cara pemberdayaan kelompok masyarakat untuk bersama-sama mencegah kasus stunting baru. Salah satu kegiatan yang digencarkan yaitu program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).
Sub Koordinator Penetapan Parameter Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah Sri Winarti mengatakan, pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting sangat penting untuk dilakukan. Salah satu cara adalah menerapkan program Dashat tersebut.
“Dashat ini pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang. Jadi seluruh keluarga yang mempunyai risiko stunting seperti ibu hamil, ibu menyusui, baduta (balita di bawah 2 tahun), balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu. Melalui pemanfaatan sumber daya lokal termasuk bahan pangan lokal yang dapat dipadukan dengan sumber daya dari mitra lainnya,” jelas Sri Winarti, belum lama ini.
Lebih lanjut, pihaknya menuturkan, program Dashat diharapkan ada di setiap kampung KB. Harapannya dengan menggencar sosialisasi penerapan program Dashat, pola perilaku masyarakat dalam memenuhi gizi seimbang dapat terwujud.
Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ mengapresiasi program tersebut. Ia yakin kegiatan tersebut akan memberikan hasil optimal dalam upaya pencegahan kasus stunting.
“Stunting ini urusan kita bersama, inilah kenapa setiap ada acara penurunan angka stunting kawan-kawan forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam), tni polri selalu kita libatkan. Mohon sekali kelembagaan di desa, Babinsa, Babinkamtibmas bisa menguatkan,” tutur Pria yang akrab disapa Gus Hanies.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang pada 2024 telah menargetkan kasus stunting bisa di angka 14 persen. Namun belum sampai pada tahun yang ditargetkan, pada 2022 kasus stunting sudah mencapai sudah 13,9 persen. Gus Hanies menegaskan capaian positif itu tidak menjadi alasan untuk berhenti bekerja dalam percepatan penanganan stunting.
“Kami punya target sendiri bahwa di 2024 angka stunting bisa 1 digit. Kalau melihat kebersamaan kita selama ini, kalau kompak terus, saya kira ibarat dengan memejamkan mata saja berhasil, ” pungkasnya. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Harianmuria.com)










