SEMARANG, Harianmuria.com – Ady Setiawan atau yang akrab disapa Mas Wawan resmi menjabat sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang.
Pelantikan dilakukan oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Kantor PDAM Tirta Moedal, Rabu, 7 Januari 2026. Pada kesempatan yang sama, Yulianto Prabowo turut dilantik sebagai Direktur Umum PDAM Tirta Moedal.
Target 10.000 Pelanggan Baru Tiap Tahun
Mas Wawan menargetkan pertumbuhan pelanggan yang signifikan. Dari jumlah pelanggan saat ini sekitar 203.000, PDAM Tirta Moedal ditargetkan mampu melayani hingga 250.000 pelanggan di akhir masa jabatannya.
“Kami memiliki program peningkatan cakupan layanan dan menargetkan setidaknya 10.000 pelanggan baru setiap tahunnya,” tuturnya.
Optimalisasi SPAM Semarang Barat dan Timur
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, jajaran direksi baru dihadapkan pada tantangan besar, terutama optimalisasi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat yang hingga kini belum berjalan maksimal.
Selain itu, PDAM juga didorong untuk segera memulai pengembangan SPAM Semarang Timur atau Jeragung guna memperluas jangkauan pelayanan air bersih.
“SPAM Semarang Barat saat ini belum maksimal, harapannya bisa segera dilancarkan. Di sisi lain, SPAM Semarang Timur juga diharapkan dapat segera dimulai agar jaringan pelayanan air bersih semakin luas,” kata Agustina.
Selain pengelolaan air minum, PDAM Tirta Moedal juga akan mengemban tugas tambahan berupa pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB).
“Tantangannya cukup berat, karena bukan hanya air minum yang harus dibenahi, tetapi juga layanan lain yang selama ini belum optimal,” jelas Agustina.
Fokus Tekan Tingkat Kebocoran Air
Mas Wawan mengungkapkan, tingkat kebocoran air PDAM yang masih berada di angka 42 persen menjadi salah satu fokus pembenahan utama. Untuk menurunkannya, PDAM akan menerapkan dua pendekatan, yakni administratif dan komersial.
Langkah tersebut meliputi penertiban sambungan ilegal, pembenahan sistem pembacaan meter air, serta pengelolaan konsumsi pelanggan secara lebih proporsional.
Dari sisi teknis, PDAM akan membangun District Meter Area (DMA) di wilayah rawan kebocoran, khususnya di kawasan Semarang Utara, serta mengganti pipa-pipa tua yang telah melewati usia pakai.
Kurangi Ketergantungan Air Tanah
Mas Wawan juga menyoroti tingginya penggunaan air tanah yang berdampak pada penurunan muka tanah di Kota Semarang. Untuk itu, PDAM akan mendukung penegakan Peraturan Daerah Pengendalian Air Tanah sekaligus mempercepat ketersediaan suplai air bersih melalui optimalisasi SPAM.
Menurutnya, rencana pembatasan pajak air tanah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi peluang bagi PDAM untuk memperluas layanan air bersih kepada masyarakat.
Tingkatkan Layanan dan PAD Daerah
Dalam jangka pendek, penanganan pengaduan pelanggan yang cepat dan responsif menjadi prioritas utama. Selain itu, efisiensi biaya operasional juga akan dilakukan untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami ingin pelayanan semakin baik, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat,” tegas Mas Wawan.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










