KUDUS, Harianmuria.com – Tiap santri yang memiliki hafalan 15 hingga 30 juz di Pondok Pesantren Tahfidz Modern Al-Aqso Kudus akan mengikuti Sima’an Al Qur’an bil Hifdzi dan Ujian Pengambilan Sanad Tasmi’ Alquran 30 Juz bil Hifdzi.
Kegiatan Sima’an dan Pengambilan Tasmi’ Al Qur’an ini digelar selama dua hari, yaitu mulai dari Senin sampai Selasa (26-27/12) di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidz Modern Al-Aqso Kudus.
Pimpinan sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Tahfidz Modern Al-Aqsho Kudus KH Mansur melalui Wakil Pimpinan Pondok Pesantren, Choirul Anwar mengatakan tujuan diadakannya Tasmi’ Alquran ini sebagai bentuk apresiasi kepada para siswa berprestasi dan memotivasi santri untuk semakin semangat dalam menghafalkan Al Qur’an.
“Kegiatan ini penting, karena ini juga untuk evaluasi untuk para santri dari berbagai daerah. Kita berikan program ini untuk melihat kualitas dari anak-anak sendiri,” ujarnya pada Senin (26/12).
Dirinya menjelaskan, kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/12) ini meliputi kegiatan Post Test Tahfidzul Qur’an untuk para santri tahfidz. Post Test Tahfidzul Qur’an ini merupakan kegiatan tes hafalan Al Qur’an yang diadakan setiap semester untuk melihat perkembangan hafalan santri.
Dalam sesi ini terdapat dua macam tes, yakni tes reguler untuk santri dengan hafalan di bawah 15 juz, dan post test untuk santri dengan hafalan lebih dari 15 juz.
“Mereka menyetorkan hafalan kepada guru penguji dalam sekali duduk. Sekali setoran sampai selesai, kalau yang reguler masih per juz, per 5 atau 10 lembar tergantung kemampuannya, khusus hari ini harus semua selesai,” jelasnya.
Proses yang dilalui pun cukup panjang, dari pukul 05.00 WIB santri sudah mulai menyetorkan hafalannya. Sedangkan biasanya, santri yang mengajukan hafalan 15 juz diperkirakan selesai antara pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Lain halnya dengan santri yang hafal 30 juz, diperkirakan baru selesai pada pukul 15.00-16.00 WIB. Namun santri tetap dapat melakukan istirahat, untuk jedanya sendiri terdapat pada waktu sarapan, shalat, makan siang atau pun saat sedang ke kamar mandi.
“Jadi ini semua akumulasi dari hafalan mereka selama ini. Untuk santri sendiri diikuti oleh rentan usia 12 hingga 14 tahun, santri MTS dari kelas 1 hingga kelas 3,” katanya.
Adapun dalam Sima’an Al Qur’an Bil Hifdzi ini terdapat 8 santri, terdiri dari 2 santri dengan hafalan 15 juz, 2 santri 16 juz, 1 santri 18 juz, 1 santri 25 juz, 1 santri 28 juz, dan 1 santri 30 juz.
Ponpes Tahfidz Modern Al-Aqso Kudus kini telah memiliki siswa yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bogor, Lampung, Serang, Jepara, Kudus, dan daerah lainnya.
Sementara itu, program utama yang ada di Ponpes ini meliputi Tahfidzul Qur’an dan Penerapan Bahasa Asing. Di mana setiap harinya santri diwajibkan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Setiap hari Minggu, Senin, dan Selasa, santri diwajibkan berbahasa Arab. Sedangkan pada hari Kamis dan Jumat diwajibkan untuk berbahasa Inggris.
Kemudian, di ponpes ini juga terdapat kegiatan baca kitab, pembahasan kitab-kitab, dan juga ilmu Nahwu Shorof. Tak ketinggalan, ilmu-ilmu seperti Sains, Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Pramuka, Kewarganeraan, juga diajarkan di ponpes ini.
“Harapan kami dengan adanya ini, santri-santri yang menghafal semakin kuat hafalannya. Dan bagi santri yang lain, semoga ini menjadi motivasi bagi teman-temannya. Karena harapannya nanti, keluar dari pondok tidak cuma ahli matematika, tapi ahli baca Al Qur’an. Diharapkan juga ketika menjadi dokter, tetap baca Al Qur’an, jadi kita bekali ilmu agama untuk kedepannya,” tandasnya. (Lingkar Network | Ihza Fajar – Harianmuria.com)










