SALATIGA, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terus menggencarkan edukasi bahaya merokok bagi pelajar dan remaja.
Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam melindungi generasi muda dari dampak buruk rokok sekaligus memperkuat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai fasilitas umum.
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menjelaskan bahwa DBHCHT berperan penting dalam mendukung berbagai program kesehatan di wilayahnya, termasuk penyuluhan dan promosi kesehatan di sekolah-sekolah.
“Kami ingin anak-anak dan remaja Salatiga sadar sejak dini tentang bahaya rokok. Edukasi menjadi langkah preventif agar mereka tidak menjadi perokok baru,” ujarnya, Kamis, 13 November 2025.
DBHCHT Dukung Program Kesehatan
Selain untuk edukasi dan sosialisasi, DBHCHT juga digunakan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan, pengadaan alat medis, serta mendukung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami ingin layanan kesehatan di Salatiga makin cepat, baik, dan merata. Melalui DBHCHT, kami juga bantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi warga yang membutuhkan,” tambah Nina.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan muda, semakin sadar akan bahaya rokok dan ikut mendukung Gerakan Gempur Rokok Ilegal sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan dan hukum.
“Kami ingin wujudkan Salatiga yang sehat, sadar hukum, dan bebas rokok ilegal,” tegasnya.
Bea Cukai Ajak Masyarakat Perangi Rokok Ilegal
Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Semarang, Siti Chomariyah Trinindyani, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam memberantas rokok ilegal.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat bisa membantu dengan melapor jika menemukan rokok tanpa pita cukai, berpita cukai palsu, atau dijual dengan harga tidak wajar.
“Rokok ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan,” ujar Siti Chomariyah.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










