SALATIGA, Harianmuria.com – Polres Salatiga memantapkan kesiapan personel dalam menghadapi Operasi Zebra Candi 2025, yang akan digelar mulai 17 hingga 30 November 2025.
Operasi tahunan ini menitikberatkan pada disiplin berlalu lintas dengan pendekatan humanis dan dukungan teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).
Kesiapan tersebut ditandai dengan Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Salatiga AKBP Veronica di Pendapa Widya Qasana Tribarata Polres Salatiga, Kamis, 13 November 2025.
Edukasi dan Penegakan Hukum Humanis
Dalam arahannya, Kapolres Veronica menegaskan bahwa seluruh personel harus memahami tujuan, sasaran, dan cara bertindak selama operasi berlangsung.
“Operasi Zebra Candi tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga mendidik masyarakat agar sadar dan tertib berlalu lintas. Edukasi tetap kita kedepankan bersama penerapan teknologi ETLE agar penegakan hukum lebih transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Operasi yang akan berlangsung selama 14 hari ini melibatkan 47 personel dari berbagai satuan fungsi. Kapolres juga menekankan pentingnya pendekatan preemtif dan preventif dibanding tindakan represif.
“Kami ingin seluruh anggota menampilkan wajah Polri yang humanis. Penegakan hukum tetap dilakukan, tetapi dengan pendekatan yang edukatif dan profesional,” tambahnya.
Fokus pada Keselamatan Menjelang Nataru
Kapolres menjelaskan, Operasi Zebra Candi 2025 merupakan bagian dari upaya menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
Sasaran operasi mencakup berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penggunaan helm, melawan arus, pelanggaran marka jalan, hingga aksi balap liar yang kerap membahayakan pengguna jalan lain.
8 Pelanggaran Jadi Fokus Penindakan
Kasat Lantas AKP Darmin menyampaikan, ada delapan jenis pelanggaran yang menjadi fokus utama operasi, mulai dari pengendara yang tidak memakai helm SNI, melanggar marka jalan, hingga aksi balap liar.
“Kami akan menindak secara tegas pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, termasuk penggunaan HP saat berkendara dan kendaraan yang tidak laik jalan,” jelasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










