REMBANG, Harianmuria.com – Kabupaten Rembang terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sentra jagung utama di Jawa Tengah.
Produksi jagung yang stabil dan cenderung meningkat membuat Rembang masuk dalam lima besar produsen jagung terbesar se-Jawa Tengah, sekaligus menjadi penopang penting ketahanan pangan nasional.
Target Produksi 2026 Capai 188 Ribu Ton
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas sekaligus memperluas areal tanam jagung.
“Rembang saat ini masuk lima besar produsen jagung di Jawa Tengah. Target produksi tahun 2026 berada di kisaran 188 ribu ton dengan luas tanam sekitar 25.961 hektare,” ujar Agus Iwan.
Permintaan Pakan Ternak Jadi Peluang Besar
Agus Iwan menjelaskan, prospek komoditas jagung ke depan masih sangat menjanjikan. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak, terutama untuk sektor peternakan unggas.
“Lebih dari 50 persen jagung digunakan sebagai komponen pakan ternak. Selama kebutuhan telur dan daging ayam meningkat, permintaan jagung juga akan terus naik,” jelasnya.
Harga Acuan Pemerintah Beri Kepastian Petani
Selain faktor pasar, kepastian harga dari pemerintah turut memacu semangat petani. Harga acuan pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram dengan kadar air 14 persen dinilai memberikan jaminan keberlanjutan usaha tani.
“Dengan harga acuan tersebut, petani lebih percaya diri dan bersemangat untuk terus menanam jagung,” imbuhnya.
Panen Raya Serentak Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Sementara itu, Wakapolres Rembang Kompol M. Fadhlan menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempertahankan posisi Rembang sebagai sentra jagung unggulan.
Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak yang digelar Polres Rembang pada Kamis, 8 Januari 2026, di Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori.
“Panen ini dilakukan secara simbolis di lahan satu hektare, namun merupakan bagian dari panen serentak jagung di wilayah yang lebih luas di Kabupaten Rembang,” ungkap Kompol Fadhlan.
Rembang Siap Jadi Penyangga Pangan
Berdasarkan data kuartal IV tahun 2025, luas tanam jagung di Rembang mencapai 25.991 hektare dengan luas panen sekitar 25.100 hektare. Produktivitas rata-rata tercatat 75 kuintal per hektare, sehingga total produksi jagung pipil kering mencapai 188.250 ton.
“Angka ini menunjukkan Rembang sangat siap menjadi daerah penyangga pangan, khususnya jagung, baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional,” tegas Kompol Fadhlan.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan petani akan terus diperkuat, termasuk dalam persiapan musim tanam jagung kuartal pertama 2026 serta pendampingan teknis di lapangan.
“Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis produktivitas jagung Rembang akan terus meningkat dan posisi lima besar produsen jagung Jawa Tengah dapat dipertahankan,” pungkas Kompol Fadhlan.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










