REMBANG, Harianmuria.com – Belasan sapi di Kabupaten Rembang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Menanggapi hal tersebut, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz, Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Rembang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar hewan Pamotan, Selasa (17/5).
Dalam sidak tersebut, Forkopimda bersama dokter hewan mengecek secara acak kondisi sapi yang diperjualbelikan di sana. Mereka mengecek secara fisik kondisi hewan tentang tanda-tanda klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hasil dari sidak, tidak ada sapi yang terindikasi klinis PMK. Hal itu didasarkan pengecekan fisik sapi seperti mulut dan kaki termasuk kuku.
Refocusing Anggaran Pemkab Rembang Tahun ini Capai Rp 1,3 M
Bupati Hafidz usai pengecekan kesehatan sapi di pasar hewan Pamotan mengatakan bahwa, saat ini ada 14 sapi yang terjangkit PMK. Belasan sapi tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kaliori, Kecamatan Kragan, dan Kecamatan Sarang.
Ditambahkan Bupati, pasar hewan ini merupakan tempat yang rentan akan penularan PMK. Meskipun hasil dari pengecekan kesehatan hari ini negatif PMK, pihaknya akan memantau terus perkembangan.
Menurutnya, kewaspadaan terhadap PMK perlu dilakukan, meskipun tingkat kematian rendah atau di bawah 10 persen, penyakit yang gampang menular ini dapat menurunkan nafsu makan.
“Kita akan pantau terus, karena PMK ini merugikan peternak. Sapi yang asalnya bagus jadi tidak mau makan, hal ini bisa mempengaruhi pertumbuhan,” ujarnya.
Timbangan Milik Sejumlah Jasa Ekspedisi Ditemukan Tak Sesuai di Rembang
Pemerintah Kabupaten Rembang akan berupaya agar penyakit ini tidak meluas lagi di Kota Garam. Saat ini, pasar hewan tidak ditutup, Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan melokalisasi sapi yang terkena PMK.
“Kita akan melokalisasi ketika ada sapi yang terkena PMK. Di Rembang belum ada tempat karantina, nanti kita siapkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto menyatakan, semua hewan yang dibawa di pasar hewan Pamotan sehat dan layak jual. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir atas kondisi hewan yang masuk di pasar tersebut.
Menurut Agus Iwan, dalam momen tersebut juga memberikan sosialisasi kepada peternak akan potensi PMK. Mereka diberikan informasi tentang gejala klinis sapi yang terserang PMK.
“Atas hasil sidak, sementara tidak ada rencana penutupan pasar hewan. Nanti dilihat progres sapi yang terjangkit PMK. Bapak Bupati Rembang akan memutuskan setelah melihat kondisi yang memang memaksa dilakukan penutupan,” tandasnya. (Lingkar Network | R. Teguh Wibowo – Harianmuria.com)










