PEKALONGAN, Harianmuria.com – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf), memastikan penanganan darurat tanggul jebol di wilayah Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, berjalan optimal.
Ia meninjau langsung lokasi pada Rabu sore, 7 Januari 2026, guna memastikan proses penutupan tanggul dan penanganan warga terdampak banjir berjalan lancar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bergerak cepat bersama aparat dan warga untuk menutup kerusakan tanggul demi mencegah meluasnya genangan air ke permukiman.
Wali Kota Apresiasi Sinergi Aparat dan Warga
Dalam kunjungan lapangan, Aaf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat yang turun langsung bergotong royong.
“Alhamdulillah saya terima kasih atas support dari semuanya. Dari pagi tadi ada Pak Camat, Bu Lurah, Pak Dandim, Pak Kapolres, semuanya bisa datang ke lokasi. Terima kasih juga atas kerja samanya dengan warga yang ikut kerja bakti,” ujar Aaf.
Baca juga: Tanggul Kali Bremi Jebol 35 Meter, Ratusan Rumah di Pabean Pekalongan Terendam Banjir
Personel Gabungan Dikerahkan Tangani Tanggul
Pemkot Pekalongan menurunkan personel dari berbagai instansi, antara lain DPUPR, Polres Pekalongan Kota, dan Brimob. Namun, menurut Aaf, keterlibatan aktif warga menjadi kunci percepatan penanganan di lapangan.
“Kalau warga nggak ikut turun, itu pasti nggak maksimal. Jadi warga juga turun membantu,” tegasnya.
Ia menambahkan, warga bahkan siap bekerja hingga malam hari selama material penanganan tersedia. Fokus utama saat ini adalah menutup tanggul agar aliran air tidak semakin meluas.
“Yang penting sekarang tertangani dulu, ketutup dulu. Nanti penyempurnaannya dilakukan setiap hari,” jelas Aaf.

Pengungsi Ditangani, Kebutuhan Dasar Disiapkan
Selain penanganan fisik, Pemkot juga memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak. Sejumlah warga memilih mengungsi sementara ke SD Pabean 2 serta beberapa musala di sekitar lokasi.
Jumlah pengungsi diperkirakan masih akan bertambah, mengingat kondisi sebagian rumah belum memungkinkan untuk ditempati.
Wali Kota memastikan koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Sosial dan BPBD Kota Pekalongan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan. Banyak warga diketahui belum beristirahat sejak dini hari karena ikut kerja bakti penanganan tanggul.
“Kalau melihat kondisi rumah belum memungkinkan untuk istirahat, ya kemungkinan besar mereka akan ke pengungsian,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










