PEKALONGAN, Harianmuria.com – Memasuki musim penghujan, RSUD Bendan Pekalongan mencatat peningkatan jumlah pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama terkait penyakit infeksi yang dipicu kondisi lingkungan lembap.
Direktur RSUD Bendan, dr. Dwi Heri Wibawa, mengungkapkan bahwa, tren kenaikan ini wajar terjadi karena perubahan cuaca yang memicu meningkatnya berbagai penyakit musiman.
Kenaikan Pasien DBD, Diare, dan Tifus
Menurut dr. Dwi Heri, RSUD Bendan mengalami kenaikan pasien penderita penyakit berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, dan tifoid (tifus). Lingkungan lembap dan banyaknya genangan air menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyebaran penyakit tersebut.
“Memang betul di musim penghujan ini ada peningkatan kasus. Demam berdarah, diare, dan tifus cenderung naik dibandingkan sebelumnya. Ini harus diwaspadai bersama,” ujarnya.
Imbauan PHBS dan PSN untuk Cegah DBD
Melihat tingginya potensi penularan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
dr. Dwi Heri menegaskan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah utama mencegah DBD. Warga diminta melakukan langkah-langkah seperti menutup tampungan air bersih, menguras bak mandi minimal 1–2 kali seminggu, menimbun barang bekas yang berpotensi menampung air
Warga juga perlu menghindari genangan air. “Kalau ada tampungan air hujan, itu bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Jadi PSN itu penting sekali,” tegasnya.
Selain DBD, peningkatan kasus diare dan tifus juga perlu diwaspadai. Masyarakat diminta menjaga kebersihan diri dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
“Usahakan hidup bersih, dan kalau memasak harus sampai matang. Ini bisa mencegah kuman penyebab diare maupun tifus,” jelas dr. Dwi Heri.
RSUD Bendan Siapkan Pelayanan Optimal
Mengantisipasi meningkatnya jumlah kunjungan pasien, RSUD Bendan memastikan seluruh fasilitas dan tenaga kesehatan tetap siap memberikan pelayanan maksimal. Saat ini terdapat 18 klinik reguler yang melayani berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat.
Dari jumlah tersebut, terdapat lima klinik dengan pasien terbanyak, yaitu Klinik Penyakit Dalam, Klinik Penyakit Saraf, Poli Mata, Klinik Jantung, serta Instalasi Rehabilitasi Medik.
Mayoritas pasien berada pada rentang usia di atas 30 tahun, seiring meningkatnya penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, stroke, serta gangguan sendi dan saraf.
Untuk layanan Rehabilitasi Medik, pasien terdiri dari kelompok anak-anak dan dewasa. “Namun yang paling banyak tetap dari usia dewasa karena banyak kasus degeneratif akibat pertambahan usia,” tambahnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










