PEKALONGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah peluncuran mobil terapi keliling untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) sebagai bentuk pelayanan jemput bola.
Mobil Terapi Keliling, Layanan Jemput Bola
Layanan mobil terapi keliling dirancang untuk mendekatkan akses terapi bagi anak disabilitas dengan mendatangi langsung lokasi-lokasi yang membutuhkan. Inovasi ini dihadirkan agar ABK tidak lagi terkendala jarak maupun biaya untuk mendapatkan layanan terapi.
Peluncuran layanan tersebut disampaikan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Selasa, 16 Desember 2025.
Komitmen Hadir untuk Anak Disabilitas
Bupati Fadia Arafiq menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum penting untuk memastikan kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan ingin memastikan bahwa anak-anak disabilitas mengetahui bahwa pemerintah selalu hadir untuk mereka. Di Dinas Sosial sudah tersedia berbagai layanan terapi, dan kini kami siapkan mobil terapi keliling agar layanan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Bupati.
Dilengkapi Terapis, Psikolog, dan Alat Terapi
Menurut Bupati Fadia, mobil terapi keliling ini merupakan bentuk pelayanan jemput bola yang akan menyasar wilayah dengan jumlah anak disabilitas terbanyak. Dengan begitu, keluarga tidak perlu datang jauh ke ibu kota kabupaten.
“Di dalam mobil terapi sudah tersedia terapis, psikolog, serta peralatan terapi yang memadai. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak yang tidak mendapatkan terapi hanya karena faktor jarak atau biaya,” jelas Fadia.
Dorong Fasilitas Publik Ramah Disabilitas
Selain layanan terapi, Pemkab Pekalongan juga terus mendorong terwujudnya fasilitas publik yang ramah disabilitas. Bupati menyebutkan bahwa pembenahan aksesibilitas akan dilakukan secara bertahap di seluruh kantor pemerintahan di Kabupaten Pekalongan.
Langkah ini bertujuan agar penyandang disabilitas dapat mengakses layanan publik dengan aman, nyaman, dan setara.

Salurkan Bansos dan Alat Bantu Disabilitas
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan, salah satunya melalui mobil terapi keliling dan pendampingan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Pekalongan juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, antara lain alat bantu disabilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, serta bantuan usaha ekonomi produktif dan bantuan hibah bagi Karang Taruna yang diserahkan secara simbolis.
Melalui berbagai program dan inovasi layanan tersebut, Pemkab Pekalongan berharap dapat mewujudkan daerah yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk tumbuh dan berkembang.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










