PEKALONGAN, Harianmuria.com – Progres pembangunan gedung baru Inspektorat Daerah Kota Pekalongan mengalami keterlambatan signifikan. Hingga pertengahan Desember 2025, pelaksanaan proyek tercatat tertinggal 43 persen dari target awal.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf), menyampaikan bahwa pembangunan hampir dipastikan tidak dapat diselesaikan pada tahun anggaran 2025. Meski begitu, ia menegaskan kualitas bangunan tetap menjadi prioritas.
“Sangat terlambat dan pasti tidak selesai tahun ini. Namun yang terpenting kualitasnya oke, bangunannya memenuhi standar, dan pelaksana sudah komitmen menyelesaikan,” kata Aaf saat meninjau lokasi pembangunan, Kamis, 11 Desember 2025.
Finishing Tertunda Akibat Hujan
Aaf menjelaskan bahwa struktur bangunan sebenarnya telah rampung. Pekerjaan kini memasuki tahap finishing, namun cuaca hujan beberapa hari terakhir membuat sejumlah pekerjaan, termasuk pengecoran, harus ditunda.
“Jangan terburu-buru supaya finishing tidak bermasalah. Yang penting rapi dan sesuai spesifikasi. Mereka sudah komitmen menyelesaikan akhir Januari 2026,” tegasnya.
Kendala Teknis pada Tahap Awal
Plt Inspektur Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi, menjelaskan bahwa sejumlah kendala teknis muncul pada tahap awal konstruksi, terutama terkait proses dewatering yang sempat tidak tertangani.
Meski begitu, ia memastikan bahwa kendala tersebut kini sudah teratasi. “Kalau kendala sekarang sebenarnya tidak ada, tidak ada masalah,” kata Slamet..
Nilai Proyek dan Ketentuan Denda
Proyek senilai Rp5,4 miliar ini memiliki masa pelaksanaan 30 hari dengan kontrak awal berakhir pada 26 Desember 2025. Gedung dua lantai tersebut nantinya digunakan untuk kegiatan operasional Inspektorat Daerah Kota Pekalongan.
Proyek juga memiliki ketentuan denda keterlambatan sebesar 1 per mil dari nilai kontrak per hari sebelum PPN. “Satu hari kurang lebih dendanya Rp4,5 juta,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, hampir seluruh pekerjaan konstruksi telah selesai. Hanya bagian topping dan pekerjaan atap (MEP) yang masih menunggu cuaca membaik.
“Kita sudah uji lab di Undip dan hasilnya sesuai syarat. Tinggal pekerjaan atap saja,” terangnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










