PATI, Harianmuria.com – Desa Asempapan, kecamatan Trangkil, Pati punya potensi desa yang cukup unik, yaitu areal tambak yang disebut dengan Tambak Norowito atau Tambak Rakyat. Geografis desa Asempapan yang berada di wilayah pesisir membuat sektor perikanan dan garam berkembang di areal tambak Norowito ini.
Kepala Desa Asempapan melalui Sekertaris Desa (Carik), Muslihan menuturkan jika keberadaan tambak ini merupakan potensi yang cukup besar di desanya. Hal tersebut dikarenakan lahan yang sangat produktif menghasilkan banyak keuntungan bagi warga yang mengelolanya.
“Tambak Norowito atau Tambak Rakyat ini dalam 8 bulan untuk garam dan 4 bulanya untuk ikan, bandeng dan nila. Jadi potensi desa yang sangat besar disini,” ucapnya.
Dalam sekali panen saja, Muslihan pernah memanen 8 ton garam. Akan tetapi pada tahun ini tambak miliknya hanya menghasilkan sedikit hasil garam dikarenakan cuaca yang kurang mendukung.
“Harusnya ini sudah mulai musim garam mas. Tetapi karena Juni kemarin cuaca berubah-ubah banyak hujanya. Jadi ya belum bisa mulai lagi industri garamnya,” tambahnya.
Meski tambaknya termasuk potensi desa yang sangat besar, Muslihan mengatakan jika masih banyak kekurangan yang harus dievaluasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes). Mengingat luasan areal tambak ini yang membentang sejauh 1 KM dari pemukiman hingga ke laut.
“Itu PR buat kita (Pemdes) potensi disini itu luar biasa banyak, ada budidaya ikan juga. Tapi ya masih berkubang di pengalaman lama belum ada solusi perkembangnya. Itu kendala kita. Ada sepanjang satu kilo tambak dari pemikiman sampai laut,” tutupnya.
Selain tambak Norowito, potensi lain yang dimiliki oleh Desa Asempapan adalah lahan sawah dan home industry yang menopang perekonomian masyarakat. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)










