KUDUS, Harianmuria.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memastikan stok beras di Kabupaten Kudus aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir Desember 2025, bahkan telah surplus sebanyak 12,6 ribu ton.
Hal itu disampaikan Bupati saat menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli hasan (Zulhas) di Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu, 20 Desember 2025.
Stok Beras Kudus Capai 100.281 Ton
Menurut Sam’ani, ketersediaan beras di Kudus saat ini mencapai 100.281 ton, sementara kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun diperkirakan sekitar 87.674 ton.
“Dengan ketersediaan beras 100.281 ton, hingga akhir Desember diprediksi masih surplus 12.607 ton, karena kebutuhan hanya sekitar 87.674 ton,” jelasnya.
Jagung Juga Surplus 753 Ton
Bupati juga memaparkan capaian sektor pangan di Kabupaten Kudus, termasuk luas area tanam untuk padi 25 ribu hektare dari target 33 ribu hektare. Pemkab juga menggerakkan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung dan tebu.
“Ketersediaan jagung hingga bulan ini mencapai 5.343 ton, sedangkan kebutuhan sebesar 4.591 ton, sehingga surplus 753 ton,” tutur Sam’ani.
Program MBG Kudus Capai 75 Persen
Dalam kesempatan tersebut, Sam’ani juga menyampaikan progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus yang telah mencapai 75 persen pada tahun 2025.
Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan positif sejak dini, termasuk literasi keuangan.
“Karena siswa sudah menerima MBG, uang saku yang mereka terima kami arahkan untuk ditabung. Ini bagian dari edukasi literasi keuangan sejak dini,” ujarnya.
Menko Pangan: MBG Investasi SDM Indonesia
Sementara itu, Menko Pangan menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Presiden mencanangkan 30 ribu lebih SPPG, yang akan memberikan manfaat kepada 82,9 juta anak-anak sekolah. Tujuannya adalah menjamin gizi manusia Indonesia, dengan gizi yang baik, badannya sehat, otaknya cerdas, jadi makin produktif,” ungkapnya.
Zulhas juga menegaskan bantuan pemerintah tidak semata-mata bersifat karitatif, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat.
“Kami ingin rakyat berdaya, tidak hanya menunggu dibantu. Pemerintah tetap akan membantu, tapi lebih dari itu, bantuan pemerintah ini agar rakyat berdaya, kreatif dan produktif,” ujarnya.
Pasar Murah dan Bantuan Sosial
Pada kesempatan itu turut dilaksanakan pasar murah serta penyaluran bantuan beras masing-masing 5 kilogram kepada masyarakat, yang dirangkaikan dengan pasar murah.
Turut dilaksanakan pula penyerahan bantuan secara simbolis bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebesar Rp694,5 juta.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










