KUDUS, Harianmuria.com – Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang diharapkan mampu mempermudah layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Kudus masih berjalan lambat.
Hingga Jumat, 26 Desember 2025, capaian aktivasi IKD baru mencapai 6,77 persen atau sekitar 44.257 jiwa dari total penduduk wajib KTP elektronik.
Capaian tersebut masih terpaut jauh dari target Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus yang mematok aktivasi IKD sebesar 35 persen atau sekitar 200 ribu penduduk.
Aktivasi IKD Kudus Masih Jauh dari Harapan
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kudus, Muhammad Sholeh, mengakui rendahnya realisasi aktivasi IKD. Menurutnya, target aktivasi seharusnya sejalan dengan jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik.
“Target kami sekitar 30 persen dari wajib KTP yang sudah melakukan perekaman. Namun realisasinya memang masih jauh dari jumlah perekaman E-KTP di Kabupaten Kudus,” ujar Sholeh, Jumat, 26 Desember 2025.
Keterbatasan Gawai Jadi Kendala Utama
Sholeh menjelaskan, Disdukcapil Kudus telah mengimbau masyarakat yang melakukan perekaman E-KTP untuk langsung mengaktivasi IKD. Namun, pelaksanaannya di lapangan menemui berbagai kendala.
Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan perangkat yang dimiliki masyarakat. Banyak warga menggunakan gawai dengan spesifikasi yang tidak mendukung aplikasi IKD.
Bahkan, tidak sedikit warga yang datang melakukan perekaman E-KTP tanpa membawa telepon genggam. “Petugas kami sering mendapat jawaban seperti itu. Kondisi ini tentu menyulitkan, dan kami tidak bisa memaksa masyarakat,” ungkapnya.
Literasi Digital Masyarakat Masih Rendah
Selain kendala perangkat, rendahnya literasi digital masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri. Sholeh menyebut masih banyak warga yang khawatir data pribadinya akan disalahgunakan, terutama saat terjadi pergantian atau kehilangan ponsel.
“Padahal sudah kami jelaskan, selama PIN handphone tidak dibagikan kepada orang lain, data relatif aman. Namun karena masih awam, masyarakat cenderung takut,” jelasnya.
Disdukcapil Gencarkan Strategi Jemput Bola
Meski menghadapi berbagai kendala, Disdukcapil Kudus terus berupaya meningkatkan capaian aktivasi IKD melalui strategi jemput bola. Layanan aktivasi IKD kini menyasar berbagai instansi dan fasilitas umum.
“Kami sudah mendatangi puskesmas, rumah sakit swasta, serta perusahaan besar seperti PT Pura, PT Djarum, dan PT Nojorono. Upaya ini akan terus kami lakukan,” pungkas Sholeh.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










