PATI, Harianmuria.com – Memasuki musim kemarau sejumlah wilayah kabupaten Pati mengalami kekeringan. Akibatnya warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, ada sebanyak 33 desa yang tersebar di 8 kecamatan terdampak krisis air bersih.
Kecamatan Winong adalah yang paling banyak terdampak dengan 9 desa, yakni Desa Tawangrejo, Kebowan, Sumbermulyo, Bumiharjo, Winong, Mintorahayu, Kropak, Sarimulyo, dan Bringinwareng. Kemudian disusul Kecamatan Jaken dengan 6 desa, yakni Desa Ronggo, Mantingan, Boto, Mojoluhur, Sumberejo, Arumanis.
Ponpes di Winong Pati Terdampak Kekeringan, Terpaksa Beli Air Sehari Habiskan 4 Tangki
Di Kecamatan Jakenan ada sebanyak 5 desa, yakni Desa Tambahmulyo, Mantingan Tengah, Tondokerto, Dukuhmulyo, dan Jatisari. Kemudian Kecamatan Tambakromo ada 5 desa yakni Tambahagung, Keben, Maitan, Sinomwidodo, dan Tambaharjo. Kecamatan Pucakwangi ada 4 desa, meliputi Karangwotan, Kletek, Tanjungsekar, dan Triguno.
Kemudian Kecamatan Gabus 2 desa, yakni Desa Gabus dan Gebang. Serta Kecamatan Sukolilo dan Kayen masing-masing 1 desa, yakni Cengkalsewu dan Pasuruhan.
Atas musibah itu, pihaknya mengaku sudah mendistribusikan air bersih dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat.
“Kita sudah melakukan pendistribusian air bersih tiap harinya mencapai ratusan tangki,” kata Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, Senin 26 Agustus 2024.
Dewan Pati Sarankan Bangun Embung di Wilayah Rawan Kekeringan
Martinus pun meminta kepada kepada masyarakat yang terdampak kekeringan untuk tetap tenang dan sabar sambil menunggu bantuan air datang.
“Untuk bantuan air bersih pemerintah daerah terus mengupayakan agar bantuan ini tetap berjalan baik dari pemerintah maupun swasta,” imbuhnya.
Disamping itu, Martinus juga mengimbau agar masyarakat yang terdampak menghemat penggunaan air, sembari menunggu musim hujan tiba. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)










