KENDAL, Harianmuria.com – Pendapatan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Kendal tahun 2025 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Dari target sebesar Rp55 miliar, hingga 31 Desember 2025 realisasi PBB-P2 mencapai Rp57 miliar atau setara 103,79 persen.
Naik Signifikan Dibanding Tahun 2024
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kendal, Abdul Wahab, menyebut capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024.
“Pada tahun 2024, realisasi PBB-P2 mencapai 95,92 persen atau sekitar Rp52,7 miliar dari target yang sama, yakni Rp55 miliar. Tahun ini naik cukup signifikan,” ujar Abdul Wahab saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 2 Januari 2026.
Jumlah Desa Lunas PBB-P2 Justru Menurun
Meski realisasi pendapatan melampaui target, Abdul Wahab mengungkapkan jumlah desa dan kelurahan yang lunas PBB-P2 justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2024 terdapat 103 desa/kelurahan yang lunas PBB-P2. Sementara pada tahun 2025 ini menurun menjadi 96 desa/kelurahan,” jelasnya.
Penurunan tersebut, lanjutnya, dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kondisi ekonomi masyarakat, seperti gagal panen dan kendala ekonomi lainnya.
3 Kecamatan Lunas PBB-P2 Tahun 2025
Meski jumlah desa lunas menurun, terdapat peningkatan jumlah kecamatan yang berhasil menuntaskan kewajiban PBB-P2.
“Pada tahun 2025 ini ada tiga kecamatan yang lunas PBB-P2, yaitu Plantungan, Pegandon, dan Kangkung. Sementara pada tahun 2024 lalu hanya dua kecamatan, yakni Kangkung dan Pegandon,” ungkap Abdul Wahab.
Strategi Bapenda Dongkrak Pendapatan Pajak
Abdul Wahab menuturkan, Bapenda Kendal melakukan berbagai upaya intensif untuk meningkatkan realisasi PBB-P2. Di antaranya melibatkan TP PKK, menerjunkan CPNS sebagai Pegawai Penggerak Pajak Daerah (Praja), serta bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kendal untuk penanganan tunggakan pajak.
“Alhamdulillah, upaya-upaya tersebut berhasil sehingga realisasi PBB-P2 tahun 2025 melampaui target,” tambahnya.

Kontribusi KIK dan Jalan Tol Jadi Penopang
Selain optimalisasi penagihan, terlampauinya target PBB-P2 juga ditopang oleh kontribusi sektor strategis. Di antaranya PBB-P2 Kawasan Industri Kendal (KIK) sebesar Rp9,4 miliar serta PBB-P2 Jalan Tol yang mencapai Rp8,3 miliar.
“Tahun ini kontribusi KIK cukup besar. Kami fokus pada pabrik-pabrik baru yang sebelumnya masih berupa tanah kosong, lalu dilakukan penilaian individual dan disesuaikan dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) terbaru,” imbuhnya.
Ke depan, Bapenda Kendal berkomitmen untuk terus memaksimalkan potensi pajak daerah agar pendapatan PBB-P2 terus meningkat.
“Kami juga berharap desa-desa yang lunas pajak bisa mendapatkan prioritas ketika ada program pembangunan dari Pemkab Kendal,” pungkas Abdul Wahab.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










