JEPARA, Harianmuria.com – Operasi Zebra Candi 2022 yang dilakukan selama 9 hari oleh Polres Jepara, didapati sebanyak 2.809 pelanggar lalu lintas (lalin). Dari jumlah tersebut, ada 2.168 pelanggar yang mendapatkan sanksi tilang karena tertangkap ETLE, sementara sisanya dikenai teguran lisan.
Kasatlantas Polres Jepara AKP R Ade Triken Deayomi mengungkapkan, pengumpulan data tersebut dilakukan dengan cara petugas hunting atau berkeliling di seluruh kawasan Purworejo, lalu memfoto pelanggar-pelanggar kasat mata menggunakan handphone yang sudah terkoneksi dengan aplikasi ETLE Go Sigap, Selasa (11/10).
Data pelanggar yang masuk ETLE Go Sigap akan langsung divalidasi atau diverifikasi oleh petugas terkait kepemilikan kendaraan melalui plat nomor. Kemudian, kepolisian akan mengirimkan surat tilang ke alamat pelanggar lewat agen Go Sigap.
“Pelanggar diberikan batas waktu satu minggu untuk melaksanakan konfirmasi. Apabila dalam satu minggu tidak melakukan konfirmasi, maka kendaraan akan kami blokir. Sehingga ketika akan melakukan perpanjangan STNK tidak bisa, sebelum melunasi denda tilang,” ungkap AKP R Ade Triken Deayomi.
Ia mengatakan, Operasi Zebra Candi kali ini menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas dengan kriteria bonceng tiga, bermain ponsel saat berkendara, melawan arus, terpengaruh alkohol, dan tidak menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Dari jumlah pelanggar itu, mayoritas mereka melanggar aturan lalu lintas karena tidak mengenakan helm,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam Operasi Zebra Candi pihaknya lebih banyak memberikan sosialisasi kepada pengendara. Salah satunya dengan membagikan brosur berisi ketertiban dalam berlalu lintas.
Selain itu, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada para pengguna kendaraan di jalan maupun kepada para pelajar dengan mendatangi sekolah-sekolah.
“Kami memberi pemahaman terkait ketertiban dalam berlalu lintas kepada masyarakat umum maupun pelajar-pelajar di sekolah,” imbuhnya.
Ia berharap, melalui razia ini masyarakat bisa lebih tertib dalam berkendara. Di sisa waktu operasi ini, pihaknya berharap tidak ada pelanggaran-pelanggaran dari pengendara lainnya. (Lingkar Network | Muslichul Basid – Harianmuria.com)










