JEPARA, Harianmuria.com – Bunda Literasi Kabupaten Manokwari Febelina Indou mengatakan bahwa indeks minat membaca masyarakat Jepara sangat tinggi. Hal ini ia sampaikan dalam kunjungan kerjanya bersama rombongan pada Senin (24/10).
Kedatangan Bunda Literasi Manokwari disambut hangat di ruang rapat Sosrokartono Setda Jepara. Febelina menyatakan bahwa kunjungan kerja tersebut dilakukan karena ketertarikannya kepada Jepara atas capaian indeks baca masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan studi banding.
“Saya berkoordinasi dengan Kepala Bidang Perpustakaan (Manokwari) terkait kota yang mempunyai indeks membaca tertinggi. Disampaikannya ada di Kabupaten Jepara,” ujar Febelina.
Selain mengapresiasi, ia juga berterima kasih karena telah diizinkan belajar dan mengadopsi program-program dalam meningkatkan minat baca. Termasuk, prestasinya atas pendampingan dan pengembangan komunitas melalui peran perpustakaan.
Ia berjanji akan mengaplikasikannya di Kabupaten Manokwaro usai mendapatkan bekal ilmu selama di Jepara.
“Kami memandang ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi-generasi emas ke depan,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Diskarpus Umar Chotob menjelaskan beberapa upaya yang telah dilakukan Kabupaten Jepara dalam mendongkrak minat baca masyarakat. Dimulai pada tahun 2011, dengan mengikutsertakan perpustakaan daerah pada program Perpustakaan Seru atau disingkat Perpuseru.
Kemudian, adanya dukungan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Lalu, dikeluarkan juga Perbup tentang Penyelenggaraan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Kabupaten Jepara.
“Sekitar tahun 2019 Perpusnas mempunyai program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Diikuti oleh banyak kabupaten termasuk kota, jumlahnya ratusan. Jepara salah satunya,” tutur Umar.
Di samping itu, Perpustakaan Daerah Kabupaten Jepara juga telah merintis berbagai komunitas. Totalnya saat ini berjumlah 22 komunitas, antara lain pembelajaran bahasa asing, berwirausaha, bahkan ada komunitas senam yoga bagi masyarakat umum dan ibu hamil.
“Kita juga punya Akademi Menulis Jepara, komunitas pemberdayaan disabilitas,” kata Umar.
Ia menyebutkan, banyak di antara anggota komunitas yang telah sukses. Seperti menjadi penulis buku. Menurutnya, dari karyanya itu, mereka mendapatkan penghasilan setelah diterbitkan oleh penerbit buku.
“Perpustakaan Kabupaten Jepara mempunyai slogan cara pintar tanpa bayar, silakan datang ke perpustakaan,” imbaunya. (Lingkar Network | Muslichul Basid – Harianmuria.com)










