PATI, Harianmuria.com – Polemik larangan buka puasa bersama bagi pejabat negara sempat menjadi sorotan banyak pihak. Sementara belum lama ini, Presiden Joko Widodo akhirnya merespons dengan menyebut bahwa arahan tersebut tidak ditujukan kepada masyarakat umum.
Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dalam menerima informasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. Khususnya pada agenda buka bersama (bukber), ia mengingatkan kepada warga Kabupaten Pati untuk melakukannya sebagai bentuk syukur.
“Kalau larangan buka bersama ini kan dari pusat. Kami yang di daerah selama ini karena kondisi masih sulit, jadi sesuai dengan kemampuan saja untuk menikmati dan mensyukuri,” himbauanya.
Sebab menurut politikus dari Partai Golkar ini, Ramadan jangan dijadikan sebagai ajang pamer kekayaan atau jabatan. Bu Ning, sapaan akrabnya, menilai bulan Ramadan harus betul-betul dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan. Termasuk dalam memperbanyak amal kebaikan, seperti salat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan lain sebagainya.
“Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Masyarakat harus benar-benar memanfaatkan momentum yang datangnya setahun sekali bagi umat muslim. Aktivitas dilakukan sesuai ajaran muslim. Tidak perlu bermewah-mewah dalam menyambutnya. Yang terpenting adalah inti dan hikmahnya,” tambahnya.
Di sisi lain, dirinya mengimbau agar masyarakat Pati tidak melakukan tindakan yang merugikan selama Ramadan.
Apapun keputusan pemerintah soal kebijakan-kebijakan yang dibuat, Bu Ning berharap agar seluruh elemen masyarakat bisa menerimanya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)










