DEMAK, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak memastikan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) serta nihilnya Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026.
Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan bahwa penambahan anggaran infrastruktur jalan tetap dialokasikan, terutama untuk program strategis yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Tentunya tetap ada. Terkhusus yang sudah masuk ke RPJMD kita,” ujar Eisti’anah, Selasa, 23 Desember 2025.
Pembangunan Jalan Masuk Prioritas RPJMD
Eisti’anah menjelaskan, fokus pembangunan jalan diarahkan pada ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, termasuk akses penghubung antar desa yang memiliki peran penting dalam mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Meski begitu, Pemkab Demak tetap membuka peluang untuk membantu pembangunan jalan desa sesuai kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Konsen kita terhadap jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, kemudian antar desa juga kita utamakan. Tidak menutup kemungkinan kita membantu desa-desa sesuai kemampuan APBD,” jelasnya.
Fokus Drainase dan Normalisasi Sungai
Selain infrastruktur jalan, Pemkab Demak juga memprioritaskan pembangunan dan perbaikan drainase serta normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kami menegaskan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bahwa fungsi drainase sangat penting untuk mencegah banjir. Normalisasi juga masih kami masifkan,” kata Eisti’anah.
DAK 2026 Nihil, Pemkab Cari Skema Pendanaan Lain
Terkait pendanaan dari pemerintah pusat, Eisti’anah mengakui bahwa Kabupaten Demak tidak memperoleh alokasi DAK tahun 2026. Namun, Pemkab Demak tetap berupaya mencari alternatif pendanaan melalui skema lain, salah satunya Instruksi Presiden (Inpres).
“Kami ajukan DAK untuk Purworejo itu kosong. Kemudian kami ajukan Inpres daerah Purworejo dan Mintreng, dan yang keluar Mintreng,” ungkapnya.
Pemangkasan TKD Dorong Optimalisasi Anggaran
Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Demak. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi serta mengoptimalkan seluruh sumber pendanaan yang tersedia.
“Karena pemangkasan TKD, kita terus berkolaborasi. Jika APBD mampu, akan kita lakukan semaksimal mungkin. Jika ada peluang dari pusat, akan kita ajukan semuanya,” terangnya.
Eisti’anah menegaskan, selain drainase, normalisasi, dan jalan, penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga tetap menjadi prioritas pembangunan tahun ini.
“Fokus kami tahun ini masih pada drainase, normalisasi, jalan, termasuk PJU tetap kita tambah,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










