BLORA, Harianmuria.com – Belasan titik retakan ditemukan pada proyek peningkatan jalan Banjarejo–Sambonganyar–Rowobungkul di Kecamatan Banjarejo–Ngawen, Blora.
Retakan muncul mulai dari area cutting hingga pertengahan sejumlah segmen jalan. Penyebabnya diduga karena kondisi beton sudah setting namun masih dipaksakan untuk digelar.
Pelaksana Proyek Akui Beton Sudah Setting
Pelaksana Proyek peningkatan jalan Banjarejo–Sambonganyar–Rowobungkul, Tolib, mengaku retakan tersebut disebabkan karena kondisi beton sudah setting yang tetap dipaksakan untuk digelar.
“Sudah setting, Mas. Karena jaraknya jauh,” ujarnya singkat.
DPUPR: Beton Setting Tidak Boleh Dipaksakan
Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Erwin, menegaskan bahwa beton yang sudah setting seharusnya tidak dipaksakan untuk digelar karena sudah mengeras.
Bila tetap dipaksakan, pemasangan dapat menyebabkan retakan lebih parah dan menurunkan kualitas konstruksi.
“Kalau sudah setting harusnya tidak digelar. Idealnya tidak boleh dipasang kalau sudah keras,” jelasnya.
Dua Faktor Pemicu Retakan
Menurut Erwin, retakan bisa dipicu banyak hal. Selain beton yang mengeras, pemasangan kayu pengarah yang tidak tepat juga menjadi faktor.
“Harusnya kayu dipaku supaya tidak geser. Biasanya cuma ditandai pakai meteran, jadinya meleset,” bebernya.
Ia juga menyebut penyedia jasa kerap sulit diarahkan meski sudah berulang kali diberi peringatan.
Erwin menyebut progres pekerjaan baru mencapai 60 persen, dengan pekerjaan B0 selesai seluruhnya. Ia optimistis proyek selesai tepat waktu sesuai kontrak, yakni 15 Desember 2025.
“Untuk kekurangan sekitar 2 kilometer,” imbuhnya.

Pengawas Jarang Turun, Akan Cek Lapangan
Koordinator Konsultan Pengawas, Isco, mengaku jarang berada di lokasi. Namun ia menyebut sudah menugaskan Dimas dan Arel untuk pengawasan lapangan.
Proyek jalan ini memiliki lebar 4,5 meter dan panjang 4,6 kilometer. Mengenai dugaan beton setting yang tetap dipasang, ia mengaku belum mendapat laporan resmi, namun akan melakukan pengecekan.
“Setting itu dikarenakan beton terlalu lama. Mulai penumpukan antrean, perjalanan yang jauh dan lainnya. Kondisi saat ini memang kekurangan armada, jadi kecil kemungkinannya,” terangnya.
Dari pantauan wartawan di lokasi, ditemukan belasan titik retakan yang tidak beraturan, baik di samping cutting maupun di tengah segmen. Beberapa titik tampak pecah di luar garis potongan beton. Selain itu, papan nama proyek tidak ditemukan di sekitar lokasi pekerjaan.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










