BLORA, Harianmuria.com – Belasan titik retakan yang ditemukan pada proyek peningkatan jalan Banjarejo–Sambonganyar–Rowobungkul di Kecamatan Banjarejo dan Ngawen akan segera mendapatkan penanganan.
Pelaksana proyek, Tolib, memastikan langkah perbaikan segera dilakukan di lapangan. “Untuk di lapangan, perbaikan untuk penanganan tersebut segera dilaksanakan,” ujarnya, Selasa, 9 Desember 2025.
Klarifikasi Istilah Setting Beton
Tolib juga mengklarifikasi istilah “setting” yang menimbulkan salah persepsi dalam pemberitaan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah Setting Beton, yaitu kondisi beton yang sudah mengeras sebelum dituang/digelar.
“Setting yang dimaksud kemarin itu adalah kondisi beton yang setelah dituang seharusnya matang dalam 2 hingga 3 jam, tetapi belum sampai satu jam sudah matang. Itu yang kami sebut setting,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak mungkin memaksakan pengecoran jika beton sudah mengalami Setting Beton karena hal itu jelas akan merusak struktur.
Baca juga: Jalan Banjarejo–Sambonganyar Retak-Retak, Tim Teknis Kritik Pelaksana: Sudah Diperingatkan!
Terkendala Jarak Pabrik Jauh
Menurut Tolib, jarak pabrik yang cukup jauh menjadi salah satu faktor yang membuat beton lebih cepat mengeras saat tiba di lokasi pekerjaan.
“Kendalanya kemarin memang jarak plant (pabrik) yang cukup jauh. Jadi ketika beton dituangkan, penanganan harus cepat supaya tidak terjadi setting,” katanya.

Pantauan Lapangan: Retakan Tidak Beraturan
Dalam berita sebelumnya, belasan titik retakan ditemulam pada beberapa segmen jalan, mulai dari area cutting hingga bagian tengah struktur. Retakan tampak tidak beraturan, bahkan ada yang pecah di luar garis potongan beton.
Tim Teknis DPUPR Blora, Erwin, menyampaikan bahwa beton yang sudah mengalami setting seharusnya tidak dipaksakan untuk digelar karena bisa memicu kerusakan struktur. Selain retakan, tidak ditemukan papan nama proyek di sekitar lokasi pekerjaan.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










