BLORA, Harianmuria.com – Grebeg Gunungan tasyakuran Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora yang digelar di wilayah eks Kawedanan Randublatung, Kamis pagi, 18 Desember 2025 berlangsung meriah dan disambut antusias oleh warga setempat.
Masyarakat tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian prosesi hingga puncak tradisi rayahan atau rebutan hasil bumi dari 38 gunungan.
Grebeg Gunungan di 4 Eks Kawedanan
Perayaan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora tahun ini terasa istimewa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menggelar Grebeg Gunungan secara bergiliran di empat wilayah eks kawedanan, yakni Blora, Ngawen, Cepu, dan Randublatung.
Konsep ini dinilai mampu mendekatkan perayaan Hari Jadi kepada masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan daerah.
Apresiasi Bupati untuk Warga Randublatung
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak di wilayah eks Kawedanan Randublatung yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan acara Grebeg Gunungan.
“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia, aparat kecamatan, kelurahan dan desa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang dengan penuh semangat ikut menyukseskan kegiatan ini,” ujar Bupati.
Menurutnya, Grebeg Gunungan tahun ini benar-benar memaknai filosofi gumrebeg atau riuh-ramai, karena dilaksanakan per eks kawedanan dan melibatkan masyarakat secara luas.
“Ini adalah hasil kerja keras panjenengan semua sehingga Grebeg Gunungan berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna,” imbuhnya.
Baca juga: 108 Gunungan Ludes Diserbu Ribuan Warga dalam Grebeg Hari Jadi ke-276 Blora
Dalam prosesi Grebeg Gunungan yang selalu dinantikan warga, Bupati Arief juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan lingkungan, keamanan, serta menjunjung tinggi etika dan rasa kebersamaan, terutama saat prosesi rayahan.
“Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Blora adalah masyarakat yang tertib, santun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya,” tegasnya.
38 Gunungan Hasil Bumi Jadi Rebutan Warga
Sementara itu, Plt Camat Randublatung, Joko Budi Heri Santoso, melaporkan bahwa Grebeg Gunungan diikuti oleh 18 desa dan kelurahan, serta mendapat tambahan gunungan dari luar desa, seperti sekolah, IBI, dan SPPG.
“Total terdapat 38 gunungan. Terima kasih atas partisipasi dan sumbangsih seluruh peserta Grebeg Gunungan yang telah berkontribusi pada kegiatan hari ini,” ungkapnya.
Puluhan gunungan berisi hasil bumi tersebut menjadi rebutan warga yang percaya akan membawa berkah dan keberkahan.

Harapan Jadi Agenda Wisata Tahunan
Antusiasme warga terlihat dari berbagai kalangan. Endang, guru MTs Kutukan Randublatung, berharap tradisi Grebeg Gunungan dapat terus dilestarikan di tahun-tahun mendatang.
“Semoga tahun depan bisa dilaksanakan lagi dan lebih meriah. Harapannya Kabupaten Blora semakin maju dan pembangunan semakin merata,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti Ayu Oktafiah, siswi SMK Muhammadiyah Randublatung, yang berharap Grebeg Gunungan bisa menjadi destinasi wisata budaya tahunan.
“Semoga kegiatan ini bisa menarik masyarakat dari luar Randublatung,” katanya.
Grebeg Gunungan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora ini turut dihadiri Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, unsur Forkopimda, Forkopimcam Randublatung, Jati, dan Kradenan, serta masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










