BLORA, Harianmuria.com – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah menargetkan sebanyak 60 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) keluar atau graduasi dari kepesertaan bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
Target tersebut menyasar KPM pada desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagai upaya memastikan bansos tepat sasaran dan mendorong kemandirian keluarga penerima.
Target Graduasi KPM Jateng Bertahap
Kepala Dinsos Jawa Tengah, Imam Maskur, menjelaskan bahwa graduasi KPM dilakukan secara bertahap setiap tahun.
“Tahun ini kita targetkan 40 ribu KPM dan akan dideklarasikan pada Februari 2026. Selanjutnya, tahun depan sekitar 50 ribu KPM yang rencananya dideklarasikan awal 2027,” ujar Imam Maskur saat ditemui di Pendapa Kabupaten Blora, Selasa, 23 Desember 2025.
Target Graduasi di Blora 1.280 KPM
Untuk Kabupaten Blora, Imam menargetkan setiap kader PKH mampu menggraduasi minimal 10 KPM. Dengan jumlah kader yang ada, target graduasi di Blora mencapai 1.280 KPM.
“Alhamdulillah hampir memenuhi. Blora sudah sekitar 1.000 KPM, Brebes 2.000, Pemalang 4.000. Secara keseluruhan, Februari nanti bisa mencapai 40 ribu karena di Jawa Tengah ada sekitar 4.900 SDM PKH,” jelasnya.
Graduasi Fokus Desil 1–4 DTSEN
Imam menegaskan bahwa proses graduasi difokuskan pada desil 1 hingga desil 4 dalam DTSEN. Sementara desil 5 saat ini hanya menerima bantuan berupa Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat memiliki ruang usul sanggah data DTSEN, sehingga siapa pun dapat melaporkan atau mengajukan pembaruan data.
“Di DTSEN ini masyarakat bisa mengusulkan dan melaporkan. Setiap tiga bulan sekali akan dilakukan pembaruan data graduasi,” katanya.

Bansos Sementara dan Harus Tepat Sasaran
Menurut Imam Maskur, bantuan sosial sejatinya bersifat sementara. Ia mengakui masih terdapat penerima bansos yang tidak lagi sesuai kriteria, karena itu graduasi dan update data desil DTSEN perlu dilakukan.
“Melalui DTSEN ini, harapannya bantuan sosial tidak salah sasaran. Sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat miskin yang seharusnya menerima, tetapi justru tidak mendapatkan bansos,” katanya.
Penerima Lama Didorong Graduasi Mandiri
IImam juga mengimbau KPM yang telah belasan tahun menerima bansos, namun usahanya sudah berkembang dan mandiri, agar secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan.
“Harapannya yang benar-benar sudah mampu bisa digraduasi secara mandiri. Sudah bertahun-tahun didampingi, saya kira mereka bisa mandiri,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










