BLORA, Harianmuria.com – Suasana haru dan penuh motivasi menyelimuti Bioskop Platinum Cineplex MD Mall Blora, Kamis, 18 Desember 2025, saat ratusan siswa dari berbagai sekolah di Blora nonton bareng (nobar) film Tegar.
Acara nobar yang dirangkaikan dengan penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) ini menjadi momentum istimewa, bukan sekadar hiburan, melainkan perayaan semangat inklusivitas dan harapan masa depan bagi generasi muda Blora.
Nobar Film ‘Tegar’ Jadi Wadah Motivasi
Kegiatan nobar film Tegar diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PKB, Eva Monalisa, dan dihadiri langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, serta jajaran terkait.
Film Tegar mengisahkan perjuangan seorang anak disabilitas berusia 10 tahun yang gigih memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan. Kisah tersebut menjadi refleksi nyata bagi para siswa penerima beasiswa bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi dan berprestasi.
Ratusan Siswa Terima Beasiswa PIP
Dalam kesempatan tersebut, ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan menerima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Blora.
Bupati Blora Arief Rohman (Mas Arief) menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Eva Monalisa dalam mendukung dunia pendidikan di daerah.
“Penyerahan Beasiswa PIP ini sangat membantu kami. Dengan program ini, insyaallah anak-anak kita bisa tetap sekolah dengan tenang, belajar dengan semangat, dan mengejar cita-cita tanpa terbebani persoalan biaya,” ujar Mas Arief.
Bupati juga berpesan kepada para siswa penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menjadi generasi emas yang membanggakan Blora.

Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Bermimpi
Eva Monalisa menegaskan bahwa pemilihan film Tegar bukan tanpa alasan. Film tersebut menyampaikan pesan kuat tentang keteguhan, keberanian, dan keyakinan diri.
“Film ini bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga pelajaran hidup. Anak-anak dengan segala keterbatasan bisa menjadi panutan dan membuktikan bahwa mimpi itu layak diperjuangkan,” ungkap Eva di hadapan para siswa.
Pesan Inklusivitas dalam Hak Pendidikan
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah luar biasa (SLB), sebagai wujud penguatan pesan inklusivitas.
Sekolah tersebut antara lain MI Al Huda Kunduran, MI NU Darul Ulum, MTS NU Diponegoro Kedungtuban, SLB Ceria Mandiri, SLB Budi Mulya, dan SDN 2 Karangjati.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan legislatif pusat ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Blora yang merasa sendiri dalam memperjuangkan hak pendidikan, sebagaimana perjuangan tokoh Tegar di layar lebar.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










