BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 47 sekolah dan madrasah di Kabupaten Blora berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tahun 2025, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Capaian ini menjadi bukti meningkatnya kepedulian satuan pendidikan di Blora terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Blora Arief Rohman di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora, Senin, 22 Desember 2025, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.
Bupati Apresiasi Sekolah Peduli Lingkungan
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh sekolah dan madrasah penerima penghargaan Adiwiyata.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada sekolah dan madrasah yang telah bekerja keras mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, capaian ini mencerminkan kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan yang harus terus dijaga.
Jadi Inspirasi dan Amanah untuk Dijaga
Menurut Bupati, prestasi sekolah Adiwiyata di Blora diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya agar turut termotivasi mengikuti jejak serupa.
“Penghargaan Adiwiyata ini adalah amanah. Sekolah harus terus menjaga dan mempertahankan predikat ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan jumlah sekolah Adiwiyata membutuhkan dukungan dan komitmen kuat dari seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, komite, hingga peserta didik.
Dorong Inovasi dan Ketahanan Pangan Sekolah
Bupati Arief mendorong sekolah-sekolah di Blora untuk terus berinovasi, terlebih banyak sekolah yang memiliki lahan luas dan sumber daya memadai.
“Saya melihat langsung ada sekolah yang memelihara lele, ayam, menanam cabai, dan lainnya. Ini sangat baik untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus mengajarkan pengelolaan lingkungan dan sampah,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar sekolah membangun sinergi dengan desa atau kelurahan serta PKK di lingkungan masing-masing.
Adiwiyata Bentuk Karakter Peduli Lingkungan
Kepala DLH Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, menjelaskan bahwa program Adiwiyata merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah melalui gerakan peduli dan berperilaku ramah lingkungan.
“Sekolah Adiwiyata tidak hanya menciptakan lingkungan yang hijau dan sehat, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki kesadaran ekologis sejak dini,” jelasnya.
Rincian Sekolah Adiwiyata Blora Tahun 2025
Istadi merinci, dari 42 sekolah dan madrasah yang diusulkan, sebanyak 38 sekolah berhasil meraih Adiwiyata Kabupaten. Selain itu 2 sekolah meraih Adiwiyata Provinsi, dan 7 sekolah meraih Adiwiyata Nasional.
Dengan capaian tersebut, total sekolah Adiwiyata di Kabupaten Blora kini mencapai 294 sekolah, dengan rincian Adiwiyata Mandiri 1 sekolah, Adiwiyata Nasional 12 sekolah, Adiwiyata Provinsi 14 sekolah, dan Adiwiyata Kabupaten: 267 sekolah/madrasah.

Salah satu sekolah penerima Adiwiyata Nasional 2025 adalah SMA Negeri 1 Cepu. Perwakilan sekolah, Ayu Septianawati, berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Dengan adanya program Adiwiyata ini, kami berharap karakter cinta lingkungan semakin tumbuh pada peserta didik. Ke depan kami berupaya naik ke jenjang Adiwiyata Mandiri,” ujarnya.
Penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata kategori Nasional 2025 meliputi SD Negeri 1 Turirejo, SMP Negeri 3 Blora, SMA Negeri 1 Tunjungan, SMA Negeri 1 Jepon, SMA Negeri 1 Cepu, SMA Negeri 1 Randublatung, dan SMK Migas Cepu.
Adupun penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Kategori Provinsi 2025 meliputi SD IT Permata Mulia dan SMP Negeri 2 Cepu.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










