REMBANG, Harianmuria.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang memiliki program unggulan dalam menyalurkan zakat. Program tersebut yakni bantuan pendidikan yang diperuntukkan bagi peserta didik dhuafa untuk mencegah anak putus sekolah.
Salah satu Pengurus Baznas Rembang Abdullah Hamid mengatakan bahwa bantuan disalurkan tidak langsung dari Baznas kepada siswa atau anak, melainkan kepada pihak sekolah yang kemudian disalurkan kepada siswa.
Bantuan tersebut sifatnya rutin dan sudah memiliki peserta terdaftar. Hamid menerangkan, sekolah dapat mengajukan beasiswa untuk peserta didiknya yang memang membutuhkan bantuan dari Baznas. Setelah diajukan, tim Baznas Rembang akan melakukan verifikasi untuk menentukan kelayakan.
“Bantuan itu ada untuk beasiswa sekolah. SMA sederajat atau SMP sederajat. Nanti setelah pihak sekolah mengajukan, tim kami akan verifikasi apakah anak tersebut memenuhi kriteria atau tidak untuk mendapatkan bantuan pendidikan,” jelas Hamid yang juga menjadi pengurus Museum Islam Nusantara itu.
Program Baznas Rembang sejalan dengan apa yang tengah menjadi konsentrasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal pendidikan. Yakni program Gerakan Ayo Sekolah (Gaspol) 12 tahun.
Diketahui, sebagian besar dana yang masuk ke Baznas Kabupaten Rembang merupakan zakat yang digali dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Besaran zakat bervariasi, tergantung golongan dan jabatan masing-masing PNS.
Selain menyediakan beasiswa untuk siswa sekolah, zakat juga disalurkan kepada fakir miskin, piatu, dan fisabilillah dalam hal ini guru madrasah diniyah dan marbot masjid. Selain itu, juga dialokasikan untuk renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan musibah kebakaran. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Harianmuria.com)










