KUDUS, Harianmuria.com – Bupati Kudus HM Hartopo meminta warga Kabupaten Kudus untuk bergotong-royong membersihkan aliran sungai dari sampah yang menumpuk. Hal ini sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir, menyusul curah hujan yang mulai meningkat.
“Selama ini di Kabupaten Kudus ada program Jumat bersih. Kami minta jika program tersebut mulai kendur, digalakkan lagi mumpung curah hujan belum begitu tinggi,” ujarnya, Jumat (11/11).
Terutama di daerah yang dilewati aliran sungai, ia meminta kepada segenap warga untuk membersihkan sampah yang menumpuk dan menyembabkan tersumbatnya air. Saluran air yang ada di perkampungan warga juga diminta untuk dibersihkan agar tidak menimbulkan genangan.
Pihaknya juga meminta kepada warga untuk jangan lagi membuang sampah di sungai.
Sebagaimana diketahui, kasus banjir di beberapa daerah di Kudus, salah satu faktornya adalah sampah yang menyumbat di kolong jembatan. Seperti kasus banjir terbaru akibat sampah yang terjadi di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Sabtu (10/11) 2022 pukul 23.00 WIB.
Sampah yang diduga dibuang oleh warga ke aliran Sungai Pesantren akhirnya menumpuk di jembatan Desa Mijen dan tidak bisa terbawa arus air, sehingga air limpasan menggenangi 11 rumah warga Desa Kedungdowo dan Desa Mijen.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Munaji mengungkap, talud Sungai Pesantren sepanjang 20 meteran juga ambrol karena tidak mampu menahan debit air yang meningkat. Bahkan tembok bangunan milik warga yang kebetulan berdekatan dengan sungai juga jebol.
Untuk mengevakuasi sampah yang menyumbat jembatan, ia menyebut akan menggunakan eskavator serta kerja bakti melibatkan warga dari dua desa, yakni Desa Mijen dan Kedungdowo, termasuk melibatkan Dinas PUPR, BPSDA dan kecamatan. (Lingkar Network | Anta – Harianmuria.com)










