SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berpotensi kehilangan pendapatan daerah hingga Rp2,4 triliun akibat masih tingginya jumlah kendaraan bermotor yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, sepanjang tahun 2025 tercatat 4,7 juta kendaraan bermotor belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak.
Baru 11,3 Juta Kendaraan Bayar Pajak
Kepala Bidang PKB Bapenda Jateng, Danang Wicaksono, mengungkapkan total objek kendaraan bermotor wajib pajak di Jawa Tengah mencapai sekitar 16 juta unit. Namun hingga akhir 2025, baru 11,3 juta kendaraan yang tercatat telah membayar pajak.
“Artinya masih ada 4,7 juta penunggak pajak. Kondisi ini sebenarnya terjadi setiap tahun. Ada penunggak lama yang membayar, tapi di saat yang sama juga muncul penunggak baru,” ujar Danang, Rabu, 7 Januari 2026.
Potensi Pendapatan Hilang Rp2,4 Triliun
Menurut Danang, dari jutaan kendaraan yang tercatat menunggak pajak tersebut, potensi pendapatan daerah yang belum tergarap mencapai sekitar Rp2,4 triliun.
Meski begitu, ia menegaskan tidak semua kendaraan yang tercatat sebagai penunggak masih aktif secara fisik.
“Ada yang kendaraannya hilang, rusak berat akibat kecelakaan, atau sudah tidak digunakan lagi. Karena itu kami lakukan pembersihan dan pemutakhiran data,” jelasnya.
Setelah dilakukan verifikasi bertahap, jumlah kendaraan yang diperkirakan masih aktif namun menunggak pajak berada di angka sekitar 2,7 juta unit.

Realisasi PKB dan BBNKB 2025
Realisasi penerimaan PKB Jawa Tengah sepanjang 2025 tercatat Rp3,96 triliun, atau 95,31 persen dari target Rp4,15 triliun, meningkat dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp3,8 triliun. Seluruh penerimaan ini murni PKB tanpa tambahan opsen.
Berbeda dengan PKB, penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menurun signifikan. Dari target Rp2,5 triliun, realisasi hanya Rp1,741 triliun, defisit sekitar Rp787 miliar.
“Penurunan BBNKB cukup dalam karena pembelian kendaraan baru menurun. Ini terjadi secara nasional, dipicu kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,” pungkas Danang.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










