JEPARA, Harianmuria.com – Nasib tragis dialami Mbah Sukarti (75), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Simpanan emas miliknya yang dikumpulkan sejak muda senilai Rp80 juta diganti dengan perhiasan mainan atau imitasi.
Peristiwa itu baru disadari Mbah Sukarti pada Sabtu, 19 Juli 2025. Namun, kecurigaan muncul sejak 5 Juli lalu ketika ia menemukan pintu rumahnya terbuka usai salat Subuh di musala sekitar rumahnya.
“Pas pulang dari jamaah subuh, pintu rumah sudah terbuka. Lalu saya cek lemari, kok perhiasan terasa beda. Saya tunjukkan ke tetangga, katanya itu imitasi,” ungkap Mbah Sukarti, Senin, 21 Juli 2025.
Simpanan Emas Ditukar Perhiasan Mainan
Perhiasan yang hilang terdiri dari dua kalung (20 gram dan 10 gram), sembilan cincin, dua liontin, dan satu anting dengan total berat sekitar 50 gram. Nilainya mencapai Rp70-80 juta. Seluruh perhiasan disimpan bersama uang tunai Rp15 juta di dalam laci lemari.
“Hampir semua emas ditukar dengan perhiasan mainan. Yang masih asli cuma satu cincin dan anting. Uangnya alhamdulillah tidak hilang,” imbuhnya sambil menahan tangis.
Keponakan Mbah Sukarti, Firda (41), membenarkan perhiasan tersebut sudah diperiksa di toko emas dan dipastikan palsu.
“Saya bawa ke toko emas, ternyata itu bukan emas. Ada yang perak, ada juga yang seperti mainan ciki. Tapi bentuknya sangat mirip emas asli,” ujar Firda.
Firda menambahkan, perhiasan tersebut jarang dipakai dan memang sengaja disimpan sebagai tabungan masa tua. “Terakhir dipakai waktu lebaran dan kondangan, setelah itu disimpan kembali,” kata Firda.
Polsek Kedung Lakukan Penyelidikan
Keluarga Mbah Sukarti bersama keta RT telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kedung. Kapolsek Kedung AKP Dasiyo menyatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memulai penyelidikan.
“Kami akan mendalami kasus ini dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap pelakunya,” ujar AKP Dasiyo.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










