KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestabes Semarang berhasil menangkap RS, salah satu pelaku utama dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohammad Ilham Pradipta.
Penangkapan dilakukan di wilayah Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Minggu dini hari, 24 Agustus 2025, sekitar pukul 02.15 WIB.
RS dikenal sebagai otak teknologi dalam kasus ini. Ia bertugas menyusun strategi digital dan menjadi koordinator tim pengintai yang memantau pergerakan korban sebelum penculikan terjadi.
Ditangkap Saat Bersembunyi di Rumah Teman
Penangkapan dilakukan di Perumahan Ungaran Indah, tepatnya di Dusun Sendangrejo, Desa Nyatnyono. RS diketahui bersembunyi di rumah temannya bernama Aji. Warga sekitar sempat curiga karena melihat RS sering mondar-mandir sebelum akhirnya digerebek polisi.
“Waktu malam penangkapan, terdengar suara ‘permisi-permisi’ keras sekali. Ternyata polisi sedang menggerebek rumah tetangga,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto, membenarkan bahwa RS bukanlah warga asli desa tersebut. Ia hanya datang untuk berlindung sementara.
“RS hanya menumpang tinggal di rumah temannya. Kami baru tahu setelah ada penangkapan,” ujar Parsunto.
Peran RS: Otak Teknologi dan Tim Pengintai
Menurut hasil penyelidikan Polda Metro Jaya, RS tidak turun langsung ke lapangan, melainkan berperan penting dalam koordinasi dan perencanaan penculikan. Ia menggunakan teknologi GPS, rekaman CCTV, dan pemantauan real-time untuk melacak aktivitas korban.
“RS menyusun sistem pemantauan digital untuk mengawasi rutinitas korban dan menyinkronkan aksi para pelaku di lapangan,” ungkap sumber dari kepolisian.
Hingga saat ini, polisi telah mengamankan 15 orang pelaku, dan sembilan di antaranya telah diketahui perannya masing-masing. RS termasuk dalam kelompok pelaku yang bertugas dalam rangkaian penculikan korban.
Warga Terkejut, RS Dikenal Aktif dan Ramah
RS diketahui merupakan warga asal Semarang Timur. Banyak warga di kampung halamannya merasa terkejut dengan keterlibatannya dalam aksi kriminal ini.
“Dia dikenal ramah dan aktif dalam kegiatan kampung. Kami tidak menyangka dia terlibat pembunuhan,” kata salah satu tetangganya.
Saat penggerebekan berlangsung, RS tidak memberikan perlawanan dan langsung dibawa ke mobil petugas. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga yang masih terjaga pada malam hari.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










