SEMARANG, Harianmuria.com – Lingkar Media Group (LMG) untuk kesekian kalinya melakukan klarifikasi terkait ucapan Ganjar saat diwawancarai reporter Lingkar TV, Senin (6/2).
Saat hendak bertemu untuk ber-tabayyun (mencari informasi sejelas-jelasnya), wartawan Lingkar Media Grup diminta menemui pihak TU Gubernur Jateng. Staf TU Gubernur Jawa Tengah, Abella menjelaskan, jika bertemu dengan Gubernur tidak gampang.
“Saran saya silakan bersurat untuk audiensi, meski sudah bersurat bukan berarti langsung disetujui, karena melihat kepentingannya dan semua Pak Gubernur yang memutuskan,” ujar Abella kepada perwakilan Lingkar Media Group tersebut.
Sebelumnya, wartawan Lingkar sudah mencoba tabayyun ketika kali pertama mendapat sebutan “Mediamu ae ora cetho” saat bertanya pada Ganjar soal macet Juwana.
Wartawan Lingkar mendatangi rumah dinasnya pada Rabu (1/2). Akan tetapi, wartawan ditemui oleh penjaga rumah dinas Gubernur Ganjar yang menginformasikan bahwa Gubernur sedang di luar kota sepanjang Rabu dan Kamis (1-2 Februari 2023).
Karena itu, wartawan Lingkar gagal tabayyun hingga ini, Senin (6/2). Upaya tabayyun terus dilakukan, akan tetapi hingga kini belum menemui hasil karena Ganjar belum dapat ditemui.

Diberitakan sebelumnya, wartawan Lingkar TV dari Lingkar Media Group menanyakan soal penanganan macet Juwana kepada Gubernur Ganjar usai giat pemusnahan rokok ilegal di Depan Kantor Gubernuran, Selasa (31/1). Ganjar sempat menyimak pertanyaan. Akan tetapi, alih-alih menjawab sesuai konteks pertanyaan, Ganjar justru bertanya balik kepada wartawan Lingkar itu.
“Persmu opo, mediamu opo? Mediamu ae ora cetho!” katanya ke arah reporter Lingkar TV.
Padahal dalam kesempatan itu, banyak awak media yang menantikan statement Ganjar selaku pejabat publik nomor satu di Jawa Tengah.
Bukannya memberi penjelasan soal penanganan macet yang diakibatkan pembangunan jembatan dan perbaikan jalan, ia justru menyerang pribadi reporter dan media tempatnya bekerja yang sudah lengkap legalitasnya sebagai Perusahaan Pers.
Sebelumnya, Ganjar juga telah meninjau pembangunan jembatan Juwana, Kabupaten Pati, pada Rabu (11/1) lalu. Dalam kesempatan itu, ia sempat diteriaki sopir yang kesal dengan kemacetan yang berlarut-larut.
“Piye iki, Pak? Macet terus. Solusine piye. (Bagaimana ini, Pak? Kok macet terus, apa solusinya?” teriak sopir yang terjebak macet di atas jembatan Juwana.
Namun saat ditanya wartawan Lingkar solusi mengatasi kemacetan, ia kembali melontarkan kalimat yang kurang enak kepada wartawan Lingkar.
“Solusi pasti ada, tinggal dibuatkan jalan lingkar atau diperlebar. Harusnya (penanganan) wingi (kemarin). Pitakonmu yo aneh (pertanyaanmu ya aneh),” ketus Ganjar.
Padahal, kemacetan ini sudah banyak dikeluhkan pengguna jalan. Untuk diketahui, perbaikan jalan yang tak kunjung usai menjadi salah satu penyebab utama kemacetan jalan penghubung antara Kabupaten Pati-Rembang tersebut.
Ditambah adanya bencana banjir beberapa waktu lalu yang menyebabkan banyak ruas jalan Batangan, Kabupaten Pati, berlubang-lubang dan harus segera diperbaiki agar tidak memakan korban. (Lingkar Network | Koran Lingkar – Harianmuria.com)










