KUDUS, Harianmuria.com – Desa Wisata Loram Kulon di Kabupaten Kudus bukan sekadar destinasi wisata biasa. Desa ini menyimpan sejarah panjang penyebaran agama Islam sekaligus menjadi tempat wisata edukatif yang menawarkan pengalaman unik mengolah ikan bandeng.
Sejarah Penyebaran Islam di Loram Kulon
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Loram Kulon, Ahmad Abhar, mengungkapkan bahwa dulunya masyarakat Loram Kulon mayoritas beragama Hindu. Penyebaran Islam di wilayah ini dimulai oleh Sultan Hadirin, suami dari Ratu Kalinyamat sekaligus menantu Sunan Kudus.
Sultan Hadirin menyebarkan Islam di kawasan Kudus Selatan, terutama di Loram Kulon, dengan membangun dua bangunan bersejarah: Gapura Padurekso dan Masjid Wali At-Taqwa.
Menariknya, kedua bangunan tersebut memiliki arsitektur bercorak Hindu. Tujuannya agar masyarakat setempat yang masih beragama Hindu tertarik mengenal Islam.
“Gapura Padurekso memiliki bentuk mirip pura, namun sebenarnya gapura berasal dari kata Arab Ghafur yang berarti ‘meminta ampunan’,” jelas Ahmad Abhar.
Keberadaan masjid dan gapura ini menjadi simbol akulturasi budaya sekaligus bukti toleransi dalam proses penyebaran Islam di Kudus.
Wisata Edukasi Belajar Olahan Bandeng
Selain wisata sejarah, Loram Kulon juga menawarkan wisata edukasi UMKM, terutama tentang pengolahan ikan bandeng dan konveksi bordir komputer.
“Wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan aneka olahan bandeng, mulai dari pemilihan ikan, pengolahan adonan, hingga membuat produk seperti nugget, bandeng presto, dan dimsum. Semua hasilnya bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” jelas Abhar.
Program wisata edukasi ini menjadi daya tarik bagi pelajar dan keluarga yang ingin belajar sambil berwisata.

Fasilitas Homestay dan Paket Wisata
Desa Wisata Loram Kulon juga mengelola homestay untuk menginap maupun berbagai kegiatan. homestay ini berkapasitas hingga 20 orang dengan tarif sekitar Rp1,3 juta–Rp1,5 juta per malam.
Sedangkan untuk paket wisata edukasi, tarifnya mulai dari Rp30 ribu per orang, dan paket all-in dibanderol Rp100 ribu–Rp150 ribu.
Paket wisata all-in mencakup kunjungan sejarah ke Gapura Padurekso dan Masjid Wali At-Taqwa, tur edukasi UMKM, hingga makan siang kuliner khas desa.
“Wisatawan akan kami sambut di area Gapura Padurekso dan Masjid Wali At-Taqwa, lalu kami ceritakan sejarahnya sebelum berkeliling UMKM dan makan siang kuliner khas Loram Kulon,” tutur Abhar.
Wisatawan yang tertarik berkunjung ke Desa Wisata Loram Kulon bisa menghubungi atau melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui media sosial Instagram @desawisataloramkulon_new.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










