REMBANG, Harianmuria.com – Di ujung timur Kabupaten Rembang, tepatnya di Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, tersimpan destinasi wisata pesisir yang tengah naik daun: Pantai Balongan.
Berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat kota Rembang, pantai ini memikat wisatawan dengan hamparan pasir putih, rindangnya ribuan pohon cemara, serta konsep wisata edukatif dan kuliner khas yang menjadi daya tarik utamanya.
Pesona Alam dan Fasilitas Lengkap
Pantai Balongan membentang sepanjang 1.250 meter dengan lebar sekitar 60 meter, menghadirkan suasana laut yang tenang dan aman untuk rekreasi keluarga.
Di sepanjang garis pantai, pengunjung dapat menikmati gazebo nyaman, spot foto estetik, dan fasilitas lengkap seperti toilet, musala, aula pertemuan, lapangan outbound, hingga panggung hiburan.
Menurut Ali Nasikin, pengelola Pantai Balongan, konsep pengembangan kawasan ini memang dirancang berbeda dari pantai lainnya di Rembang.
“Pantai Balongan kita branding sedemikian rupa supaya tidak sama dengan pantai lain. Dari awal kita maksudkan sebagai wisata air, edukasi, dan kuliner,” ujar Ali Nasikin, Minggu (2/11/2025).
Rujak Petis dan Grabah Balongan Jadi Ikon Khas
Daya tarik utama Pantai Balongan bukan hanya keindahan alamnya, tetapi juga kuliner khas pesisir yang menggugah selera.
“Kalau di kota lain ada rujak cingur, di sini kita punya rujak petis dan rujak gula yang menjadi kuliner khas Pantai Balongan,” jelas Ali.
Selain kuliner, pantai ini juga menjadi pusat kegiatan UMKM dan kerajinan lokal. Desa Balongmulyo dikenal sebagai satu-satunya sentra pembuatan grabah di Kabupaten Rembang.
“Kita brand dengan nama Grabah Balongan, bahkan saat Festival Kreatif Seni dan Kuliner Bahari, ada lomba grabah lukis untuk anak SD,” tambahnya.
Kunjungan Capai 40 Ribu Wisatawan per Bulan
Berkat perpaduan antara wisata alam, edukasi, dan budaya, Pantai Balongan kini menjadi salah satu destinasi favorit di Rembang.
“Rata-rata pengunjung mencapai 25 ribu hingga 40 ribu orang per bulan. Pantai Balongan berada di peringkat ketiga pantai terfavorit setelah Pantai Karang Jahe dan Pantai Wates,” ungkap Ali.
Sebagian besar wisatawan datang dari luar daerah seperti Blora, Grobogan, Tuban, hingga Pamotan. Momen puncak kunjungan terjadi saat libur Lebaran, ketika jumlah pengunjung melonjak hingga menyamai pendapatan tiga bulan normal.
Dukungan Pemerintah dan Festival Budaya
Kesuksesan Pantai Balongan tak lepas dari dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang yang terus mendorong promosi wisata pesisir.
“Balongan sangat berpotensi karena lokasinya masih alami, lautnya bersih, rindang, dan masyarakatnya mendukung. Insyaallah bisa bersaing dengan pantai-pantai lain,” ujar Isti Choma Wati, M.Pd., Sekretaris Dinbudpar Rembang.
Promosi dilakukan melalui berbagai event budaya dan kuliner, salah satunya Festival Kreatif Seni dan Kuliner Bahari pada 1–2 November 2025. Festival ini menghadirkan orkestra musik, tari kreasi, bazar UMKM, perform band, dan lomba lukis grabah untuk pelajar SD/sederajat.
Tak hanya sebagai hiburan, kegiatan ini menjadi ajang untuk menumbuhkan kreativitas generasi muda sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










