KUDUS, Harianmuria.com – Di tengah banjir yang masih menjadi PR Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Bupati Kudus HM Hartopo tidak melupakan penanganan inflasi di awal tahun 2023 ini.
Pihaknya mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi mengatasi inflasi ini. Salah satunya dengan menyiapkan resi gudang untuk menyimpan hasil panen para petani saat harga anjlok.
“Kemarin yang terdampak banjir, hasil panennya bisa disimpan dulu di resi gudang agar harganya tidak anjlok,” kata Hartopo saat ditemui, beberapa waktu lalu.
Diketahui, tingkat inflasi di Kabupaten Kudus pada Januari hingga Desember 2022 tercatat sebesar 6,40 persen.
Ia menjelaskan, salah satu upaya menekan inflasi adalah mempertahankan harga sembako dan komoditas lainnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta instansi terkait agar selalu berkoordinasi dengan para supplier bahan pangan agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi.
“Kami minta agar supplier tidak menjual harga pangan di Kudus terlalu tinggi. Tentunya harus terus menekan harga pangannya karena ini akan berdampak pada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Hartopo menyampaikan operasi pasar atau memantau harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) juga terus dilakukan demi menekan inflasi di Kudus.
Dirinya yakin upaya-upaya tersebut cukup efektif untuk menekan laju inflasi di Kudus. Sebagaimana gelaran pasar rakyat yang diadakan dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2022 lalu cukup menstabilkan inflasi.
“Meski masih stabil, kami tetap akan melaksanakan beberapa langkah agar laju inflasi itu bisa ditekan,” tukasnya. (Lingkar Network | Ihza Fajar – Harianmuria.com)










