REMBANG, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mendorong penerapan Kabeh Marem Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sub Koordinator Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinkes Rembang, Al Furqon, mengatakan STBM merupakan upaya pemerintah untuk mengkampanyekan budaya hidup bersih dan sehat.
“Kabeh Marem kami konotasikan sebagai semua senang. Harapannya, seluruh masyarakat Rembang senang menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat sehingga pola hidup bersih dan sehat benar-benar menjadi budaya,” ujarnya, Selasa, 1 September 2026.
Ada lima pilar STBM yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, stop buang air besar sembarangan (SBS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Al Furqon menyampaikan bahwa cita-cita besar yang ingin diwujudkan melalui STBM adalah tercapainya 100 persen masyarakat Rembang menerapkan lima pilar STBM.
Menurutnya, implementasi STBM di Rembang telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Pada 2019, Rembang memperoleh penghargaan dari Kementerian Kesehatan setelah berhasil mencapai status Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS/ODF).
Penghargaan serupa kembali diraih pada 2020, kemudian pada 2024 Kabupaten Rembang kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian di bidang pengawasan pengelolaan makanan.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan terus membudayakan perilaku hidup bersih melalui berbagai kegiatan edukasi. Gerakan cuci tangan pakai sabun disosialisasikan di sekolah, posyandu, hingga masyarakat umum.
Edukasi juga diberikan kepada ibu menyusui agar mencuci tangan sebelum menyusui demi menjaga kesehatan bayi.
Sementara itu, untuk pengelolaan sampah rumah tangga, Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam mengembangkan bank sampah serta membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
Selain itu, masyarakat juga terus diedukasi agar mengonsumsi air minum yang memenuhi syarat kesehatan serta mengelola makanan rumah tangga secara higienis.
Kendati begitu, masih ada tantangan yang dihadapi terutama pada pilar pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah cair rumah tangga.
“Tantangan kami ke depan adalah meningkatkan kemauan dan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah serta tidak membuang sampah sembarangan. Dua pilar ini masih perlu diperkuat agar tujuan STBM dapat tercapai secara menyeluruh,” tandasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











