SEMARANG, Harianmuria.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 13.111 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis, 11 Desember 2025.
Jumlah tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbanyak di Indonesia.
Dalam sambutannya, Luthfi menegaskan bahwa proses seleksi PPPK Paruh Waktu tidak mudah dan melalui tahap yang ketat.
“Penerimaan ini tidak gampang. Mereka melalui tahap seleksi. Hari ini SK turun, saya ucapkan selamat,” tegasnya.
Total ASN Pemprov Jateng 63.049
Dengan pengangkatan ini, total ASN di lingkungan Pemprov Jateng kini mencapai 63.049 orang, terdiri dari 29.849 PNS, 20.089 PPPK penuh waktu, dan tambahan PPPK Paruh Waktu yang baru menerima SK.
Gubernur Luthfi menekankan bahwa SK bukan sekadar dokumen administratif, melainkan amanah yang harus dijaga.
“SK ini harus jadi motivasi dalam meningkatkan kinerja. Jangan sampai jerih payah dan kesabaran pudar setelah dapat SK. Harus lebih rajin,” pesannya.
13.111 Lolos Proses Seleksi dan Verifikasi
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian BKD Jateng, Ary Widiyantoro, menjelaskan seluruh penerima SK telah terdata di BKN..
Mereka adalah pegawai non-ASN yang telah lama mengabdi dan pernah mengikuti seleksi CASN – baik CPNS maupun PPPK penuh waktu – namun tidak lolos perangkingan.
Dari 13.594 pegawai non-ASN dalam database Pemprov Jateng, sebanyak 13.440 memenuhi syarat setelah verifikasi. Pada tahap akhir, 13.111 orang dinyatakan lolos pemberkasan. Sisanya diketahui bekerja di tempat lain, tidak aktif, meninggal dunia, atau mengundurkan diri.
“Pertimbangan teknis sudah kami ajukan, dan hari ini SK diserahkan langsung di Jatidiri,” jelas Ary.
Berpeluang Jadi PPPK Penuh Waktu
Ary menambahkan, PPPK Paruh Waktu akan bekerja selama satu tahun, kemudian dievaluasi untuk perpanjangan. Mereka juga memiliki peluang diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
“TMT mereka mulai 1 Januari 2026. Penggajian tidak membebani APBD karena sebelumnya mereka sudah bekerja di OPD masing-masing,” jelasnya.

Kisah Haru Disabilitas Penerima SK
Dua pegawai disabilitas termasuk di antara belasan ribu PPPK Paruh Waktu yang bahagia karena menggenggam SK. Salah satunya Mulyadi, yang telah 15 tahun menjadi petugas kebersihan di SMA Negeri 1 Pemalang.
“Bahagia sekali karena mendapat SK. Sudah lama sekali dinantikan,” ucapnya.
Kebahagiaan serupa disampaikan Dwi Mulyanto, penyandang disabilitas yang bekerja sebagai kasir di RSUD dr Rehatta Kelet, Jepara. Ditemani istrinya, Dwi tak mampu menahan air mata setelah menunggu selama 20 tahun.
“Terima kasih Pak Gubernur, Pak Luthfi. Sempat tidak menyangka akan dapat SK,” tuturnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










