DEMAK, Harianmuria.com – Keberadaan Kawasan Industri Jatengland di Kabupaten Demak terus menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kawasan ini diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Demak, Agus Kriyanto, mengatakan saat ini sudah ada 24 perusahaan yang beroperasi dari total 35 perusahaan yang mengantongi izin operasional.
“Di sana juga ada perusahaan padat karya yang jika beroperasi penuh akan membutuhkan lebih dari 12 ribu tenaga kerja. Tentunya masyarakat Demak diharapkan bisa mengisi peluang kerja itu,” ujar Agus.
Pelatihan BLK Siapkan SDM Kompeten
Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Dinnakerind Demak terus memperkuat program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sertifikat kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.
“Melalui pelatihan BLK, masyarakat bisa memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan,” jelas Agus.
Ia juga menekankan pentingnya tiga hal bagi pencari kerja, yaitu skill (kemampuan), knowledge (pengetahuan), dan attitude (sikap kerja).
“Attitude memang tidak ada nilainya di rapor, tapi justru itu yang membedakan seseorang dengan yang lain. Apalagi UMK kita di Jateng cukup tinggi, jadi harus diimbangi dengan etos kerja dan produktivitas yang lebih baik,” tambahnya.
10.230 Tenaga Kerja Lokal Terserap
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah mengungkapkan bahwa keberadaan Kawasan Industri Jatengland telah menyerap sekitar 10.230 tenaga kerja lokal per Agustus 2025, sebagian besar merupakan warga Kabupaten Demak sendiri.
“Dengan penyerapan tenaga kerja ini, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Demak turun dari 5,38 persen menjadi 4,75 persen,” ujarnya.
Keberhasilan Jatengland tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat daya saing industri lokal.
“Kawasan industri ini berperan penting dalam menekan pengangguran sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Demak,” pungkas Eisti’anah.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










