DEMAK, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) bekerja sama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menghadirkan solusi digital untuk memudahkan nelayan mendapatkan BBM bersubsidi.
Kerja sama ini diwujudkan melalui Aplikasi Adipta (Aplikasi Data dan Informasi Produksi Perikanan Tangkap) yang terintegrasi dengan sistem XSTAR milik BPH Migas.
Aplikasi Adipta untuk Efisiensi dan Transparansi
Bupati Demak Eisti’anah menjelaskan bahwa sebelumnya, proses pembelian BBM bersubsidi dilakukan secara manual dengan datang langsung ke kantor dinas untuk mendapatkan rekomendasi pembelian.
Kini, dengan aplikasi Adipta, nelayan dapat mengajukan rekomendasi secara digital dan terintegrasi, tanpa perlu proses panjang.
“Kerja sama ini melalui sistem digital yang terhubung dengan XSTAR BPH Migas. Ini memudahkan nelayan saat membeli BBM bersubsidi,” ujar Eisti’anah dalam peluncuran aplikasi di Aula Dinlutkan Demak, Senin, 6 Oktober 2025.
Selain efisiensi, sistem digital ini juga menjadi alat pencegahan kecurangan dan penyalahgunaan BBM subsidi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Iya, termasuk untuk mengantisipasi kecurangan,” tambahnya.
BBM Subsidi Tepat Sasaran untuk Nelayan
Bupati berharap sistem digital ini mampu memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan Demak.
Sementara itu, Kepala Dinlutkan Demak, Nanang Tasunar, menuturkan bahwa inovasi ini merupakan implementasi dari Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 tentang penerbitan surat rekomendasi pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP).
“Nelayan kini bisa mengajukan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi secara online. Data mereka langsung dikomparasikan dengan database Dinlutkan sehingga pembelian menjadi lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Cegah Pemalsuan dan Penyimpangan Distribusi
Nanang menegaskan bahwa sistem terintegrasi Adipta-XSTAR tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas distribusi BBM subsidi.
Apabila ditemukan rekomendasi palsu, pelakunya akan diproses sesuai ketentuan hukum karena termasuk dalam tindak pidana pemalsuan dokumen.
“Sistem ini memastikan keadilan bagi nelayan yang benar-benar berhak menerima subsidi,” tegasnya.
Nelayan Rasakan Manfaat Digitalisasi
Salah satu nelayan asal Kedungkarang, Mundhofir, mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi Adipta. Sebelumnya, ia harus menempuh proses panjang untuk mendapatkan BBM subsidi.
“Dulu sulit, sekarang gampang sejak ada rekom EXSTAR ini. Sudah sekitar dua bulan berjalan. Cuma memang, kadang nelayan butuh bantuan anak-anak untuk pakai HP,” katanya.
Ia juga memastikan stok BBM subsidi di SPBU Nelayan Demak tetap aman dan lancar. “Setiap hari ada, tapi harus pakai rekom. Kalau tidak, ya tidak bisa beli,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, DKP Demak juga menyalurkan bantuan mesin perahu bagi masyarakat nelayan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Eisti’anah.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










