BLORA, Harianmuria.com – Selain potensi minyak dan gas bumi (migas), Kabupaten Blora juga memiliki potensi energi terbarukan yang signifikan, yakni tenaga surya. Potensi ini menempatkan Blora di peringkat ke-6 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Blora, Mahbub Junaidi, mengatakan potensi tenaga surya membuka peluang besar bagi pengembangan energi bersih di daerah. Blora tercatat memiliki potensi 7,9 Gigawatt peak (GWp) dan 1,7 Megawatt untuk pemanfaatan lokal.
“Angka ini menunjukkan peluang luas untuk panel surya atap, ladang surya, serta investasi PLTS skala besar dan PLTS terapung,” ujar Mahbub, Selasa, 2 September 2025.
Potensi Energi Terbarukan Blora
Selain energi surya, Blora juga memiliki sumber energi lain yang dapat dikembangkan secara komplementer, antara lain potensi angin onshore sekitar 3,43 MW, PLTS terapung 1,69 MW, serta pemanfaatan sampah perkotaan yang tercatat 9,05 MW (potensi teknis) atau 30,15 MW secara teoritis. Sementara untuk panas bumi, Mahbub memastikan tidak ada potensi di Blora.
Strategi Transisi Energi Bersih
Mahbub menambahkan, Bapperida akan mendorong studi kelayakan, penguatan regulasi, serta dialog dengan investor dan pemerintah provinsi agar proyek PLTS dan pengelolaan sampah menjadi prioritas.
“Strategi kami bukan menggantikan migas secara instan, tetapi merencanakan transisi bertahap. Pemanfaatan surya dan potensi lain akan menambah pasokan listrik lokal sekaligus menurunkan emisi,” katanya.
Mahbub juga menekankan bahwa angka potensi ini bersifat teoretis dan memerlukan kajian lebih lanjut terkait kelayakan teknis, ekonomi, dan dampak lingkungan sebelum direalisasikan.
“Saat ini kami mulai memetakan proyek prioritas dan skema pembiayaan yang dapat menarik sektor swasta,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










