SEMARANG, Harianmuria.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pelajar yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang telah menjangkau 24.900 siswa. Hasilnya cukup mengkhawatirkan: sekitar 74 persen dari temuan gizi tidak seimbang merupakan kasus overweight (kelebihan berat badan).
Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan bahwa program ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat dewasa yang dimulai sejak Februari 2025.
“Hingga hari ini, sudah 24.900 anak yang mengikuti CKG. Padahal, jumlah pendaftar sebenarnya mencapai lebih dari 100.000 anak,” ujar Hakam, Senin, 4 Agustus 2025.
Menurutnya, jumlah siswa usia sekolah di Kota Semarang mencapai sekitar 291.000 anak, tersebar di 1.023 sekolah, terdiri dari 613 SD, 230 SMP, dan 182 SMA/SMK.
Pemeriksaan Menyeluruh, 74 Persen Alami Overweight
Dalam program ini, siswa menjalani pemeriksaan menyeluruh yang mencakup 13 item untuk jenjang SD dan 15 item untuk SMP-SMA, meliputi antropometri (tinggi badan, berat badan), gizi, pemeriksaan gigi, tekanan darah, gula darah, kesehatan telinga dan penglihatan
“Dari hasil awal terhadap 24.900 siswa, ditemukan 74 persen mengalami overweight, 36 persen mengalami karies gigi, 5,8 persen prehipertensi, 5,65 persen prediabetes, dan 0,14 persen diabetes,” jelas Hakam.
Ditindaklanjuti oleh Faskes
Dinkes menargetkan pemeriksaan menjangkau seluruh siswa Kota Semarang hingga akhir tahun 2025. Setiap temuan akan ditindaklanjuti oleh puskesmas atau rumah sakit rujukan, dengan melibatkan dokter spesialis sesuai kondisi yang dialami siswa.
“Jika anak terdeteksi memiliki masalah seperti obesitas atau penyakit lainnya, akan segera dirujuk dan ditangani di fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










