REMBANG, Harianmuria.com – Ratusan perempuan dari berbagai organisasi wanita di Kabupaten Rembang mengikuti pelatihan kepemimpinan di pendapa museum RA Kartini, Jumat (28/4) dalam rangka memperingati Hari Kartini ke- 144.
Pelatihan tersebut dihadiri perwakilan dari GOW, Ketua tim penggerak PKK desa , Kepala Desa perempuan dari Kecamatan Rembang, Lasem dan Kaliori, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia.
Kegiatan yang digelar oleh Pemkab Rembang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) itu mendatangkan dua narasumber, yakni Anggota Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Hj Fatimah Asri Muthmainnah yang menyampaikan materi Kepemimpinan Perempuan dalam gaya, budaya dan tuntunan. Kemudian Dosen STAIKA Sarang yang membawakan materi Kepemimpinan Perempuan dalam ranah domestik dan publik.
Ketua TP PKK Kabupaten Rembang sekaligus Penasehat GOW Kabupaten, Hj Hasiroh Hafidz mengungkapkan pelatihan ini tepat dilaksanakan selain di bulan April yang kental akan peringatan pahlawan RA Kartini dan juga menjelang Pemilihan Umum (Pemilu). Harapannya para peserta atau kaum perempuan di Rembang mampu mewakili 30 persen di kursi DPRD.
“Periode sebelumnya ada 10 anggota DPRD perempuan, namun periode ini turun menjadi 6. Dengan pelatihan ini kami harapkan bisa memberikan semangat kepada perempuan untuk mengambil peran dalam pembangunan,” ujarnya.
Namun demikian, meskipun nantinya perempuan mampu menduduki posisi atas seperti menjadi seorang pemimpin, tidak boleh melupakan krodatnya sebagai seorang istri. Seorang istri atau ibu harus ingat tanggub jawabnya terhadap keluarga.
Kepala Dinsos PPKB Rembang, Prapto Raharjo mengatakan tujuan diadakannya pelatihan ini untuk mendorong agar perempuan memiliki kesempatan dan akses yang sama terhadap proses dan akses pembangunan melalui pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan. Selanjutnya untuk mempersiapkan calon pemimpin perempuan dan meningkatkan kapasitas pemimpin perempuan dalam kehidupan.
“Yang ketiga menunjukkan kepercayaan diri perempuan, bahwa mereka bisa menjadi seorang pemimpin, “imbuhnya. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Harianmuria.com)










