BOYOLALI, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar rangkaian perayaan haru jadi ke-179 yang akan diramaikan dengan agenda budaya, seni, kuliner hingga sosial.
Hari jadi ke-197 Boyolali mengusung tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi” dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Boyolali, Syawalludin, mengatakan tema yang diusung memiliki filosofi mendalam tentang arah pembangunan Boyolali ke depan.
“Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Syawalludin dalam Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali.
Syawalludin menjelaskan Boyolali Bersolek menggambarkan semangat daerah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pembangunan.
Kemudian, Merawat Tradisi menjadi pengingat agar nilai gotong royong, toleransi, kerukunan dan kebersamaan tetap dijaga oleh seluruh masyarakat.
Selanjutnya, Memoles Potensi adalah ajakan untuk mengoptimalkan sektor-sektor unggulan Boyolali seperti peternakan, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif dan pariwisata agar semakin mampu bersaing di masa depan.
Pemkab Boyolali berkomitmen melanjutkan gerakan ramah lingkungan. Oleh karena itu Bupati Boyolali mengimbau karangan bunga ucapan hari jadi diganti dengan bibit pohon.
Bibit tanaman yang terkumpul akan digunakan untuk penghijauan di sejumlah kawasan, seperti di bantaran sungai, jembatan, dan lokasi yang membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau.
“Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup,” kata Syawalludin.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, menegaskan Hari Jadi ke-179 Boyolali harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.
Menurutnya, Boyolali memiliki potensi besar baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang harus terus dikembangkan secara bersama-sama.
“Potensi Boyolali sangat besar. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri dan sejahtera,” katanya.
Dengan deretan agenda budaya, lingkungan, kuliner hingga pemberdayaan masyarakat tersebut, Hari Jadi ke-179 Boyolali diharapkan menjadi perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong kemajuan Boyolali menuju masa depan yang lebih gemilang.
Rangkaian Agenda Hari Jadi ke-179 Boyolali
Kamis, 4 Juni agenda hari jadi Boyolali dibuka dengan khataman di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.
Pada Kamis malam digelar kirab obor dan niti tilas dari Rumah Dinas Bupati menuju Kali Gede yang diikuti 22 camat se-Kabupaten Boyolali. Kirab tersebut menjadi simbol semangat persatuan dan pembangunan Boyolali.
Jumat, 5 Juni 2026, ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran dan dilanjutkan pembukaan Merbabu Art Festival (Merbabu ArtFest) dengan tema Titi Jagad.
Sabtu, 13 Juni 2026 merupakan puncak acara dengan agenda Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival
Pemkab Boyolali juga menyiapkan Festival Soto Nusantara yang akan digelar di kawasan Patung Susu Murni Boyolali.
Festival ini menghadirkan beragam kuliner soto khas Indonesia mulai dari Soto Boyolali, Soto Sokaraja, Soto Lamongan hingga berbagai varian soto dari daerah lainnya.
Sebanyak 500 porsi soto akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.
Selain itu, peringatan Hari Jadi Boyolali juga akan diisi berbagai kegiatan kesenian, hiburan rakyat, olahraga, donor darah, bakti sosial, panen raya, pembagian sembako hingga pengajian akbar pada 26 Juni 2026.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











