• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Senin, Agustus 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Rembang Diincar Investor China Bangun Kawasan Industri Garmen Terintegrasi

ulfa puspa by ulfa puspa
2 Juni 2026
in Rembang, News
80 0
POTRET: Kawasan pabrik manufaktur sektor tas PT Heng Xuan International di Lasem, Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

POTRET: Kawasan pabrik manufaktur sektor tas PT Heng Xuan International di Lasem, Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

618
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Investor asal China mengincar kawasan segitiga emas Kabupaten Rembang untuk mengembangkan kawasan industri.

Investor China, berencana membangun kawasan industri garmen terintegrasi dengan luas 500 hektare (ha) di wilayah segitiga emas Rembang-Jape-Lasem.

Bupati Rembang, Harno, mengungkapkan bahwa investasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu proyek industri terbesar yang pernah masuk ke Kabupaten Rembang.

Selain mengintegrasikan seluruh rantai produksi industri tekstil dan garmen, kawasan tersebut direncanakan menampung sekitar 50 perusahaan dalam satu area.

Rencana investasi itu diungkapkan Bupati Harno saat menghadiri Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Kabupaten Kudus pada Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Harno, calon investor telah menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Rembang. Namun, proses persiapan masih menghadapi sejumlah tantangan terutama terkait kebutuhan lahan yang cukup luas.

“Kemarin ada investor yang mau masuk ke Rembang. Mereka meminta lahan untuk konsorsium sekitar 500 hektare. Namun, sebagian lahan yang dibutuhkan ternyata berbenturan dengan kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Nah, ini yang sedang kita carikan solusi, bagaimana nanti penggantian atau penyesuaian lahannya,” terangnya. 

Bupati Harno menjelaskan bahwa lahan yang diproyeksikan berada di kawasan yang selama ini dikenal sebagai Segitiga Emas Rembang-Jape-Lasem.

Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 2.000 ha dan telah masuk dalam perencanaan tata ruang sebagai salah satu kawasan strategis pengembangan industri di Rembang.

Dari total luasan tersebut, sekitar 500 hektare direncanakan untuk mendukung kebutuhan investasi yang saat ini masih dalam tahap penjajakan dan pemetaan lahan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, membenarkan adanya rencana investasi dari konsorsium pengusaha China tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Rembang menyambut positif minat investasi yang masuk karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Ada investor yang masuk. Alhamdulillah Pak Bupati sudah memberikan sinyal dukungan agar investasi di Rembang ini berjalan baik,” kata Dwi pada Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, konsep investasi yang ditawarkan berbeda dengan industri garmen pada umumnya. Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat industri tekstil dan garmen yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Konsepnya dari hulu sampai hilir untuk garmen. Jadi mulai produksi benang, pengolahan bahan baku, pembuatan kain, proses konveksi, sampai menjadi pakaian jadi dan kemudian diekspor. Semua proses berada dalam satu kawasan,” jelasnya.

Keberadaan industri yang terintegrasi tersebut dinilai akan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing produk yang dihasilkan untuk pasar internasional.

Dwi mengungkapkan, kawasan industri yang direncanakan tersebut diproyeksikan menampung sekitar 50 perusahaan yang bergerak di sektor tekstil dan garmen.

Perusahaan-perusahaan tersebut nantinya saling terhubung dalam rantai produksi yang berkesinambungan, mulai dari penyediaan bahan baku hingga proses ekspor produk jadi.

“Rencananya ada sekitar 50 perusahaan yang akan bergabung dalam kawasan industri tersebut,” ungkapnya.

Dengan skala investasi yang besar dan jumlah perusahaan yang cukup banyak, proyek ini diperkirakan mampu menciptakan ribuan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Kabupaten Rembang dan wilayah sekitarnya.

Dwi menambahkan, calon investor yang berminat mengembangkan kawasan industri di Rembang tersebut masuk melalui jaringan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali.

Awalnya, para investor mencari lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan industri dalam skala besar. Setelah melalui sejumlah pertimbangan, Kabupaten Rembang dinilai memiliki peluang yang menjanjikan.

“Investor tersebut direkomendasikan oleh teman-teman Kadin Provinsi Bali, kemudian diarahkan ke Jawa Tengah. Selama ini kami sudah beberapa kali memfasilitasi pertemuan dan komunikasi terkait rencana investasi tersebut,” katanya.

Meski mendapat dukungan dari pemerintah daerah, proses investasi saat ini masih berada pada tahap awal. Pemerintah Kabupaten Rembang masih menunggu hasil kerja konsultan yang ditunjuk oleh pihak konsorsium untuk menangani proses pembebasan lahan.

Dwi menegaskan, proses pembebasan lahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab konsultan yang ditunjuk investor. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator agar proses berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami masih menunggu konsultan yang menangani pembebasan lahan dari pihak konsorsium. Kalau kami yang menangani langsung tentu tidak tepat, karena itu menjadi kewenangan pihak yang ditunjuk investor,” ujarnya.

Saat ini, tahapan yang dilakukan masih sebatas pemetaan dan identifikasi lahan yang berpotensi digunakan untuk kawasan industri.

“Baru memetakan lahan, mana yang milik warga, mana yang milik desa, dan bagaimana kondisi lahannya. Semua masih dalam tahap awal,” imbuhnya.

Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, kawasan industri di Segitiga Emas Rembang-Jape-Lasem tersebut berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Pantura Jawa Tengah sekaligus memperkuat posisi Rembang sebagai daerah tujuan investasi industri berskala nasional maupun internasional.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita RembangBupati RembangDPMPTSP RembangPemkab Rembangrembang
SummarizeShare44SendShare
Previous Post

BGN Berhentikan 15 Dapur MBG di Kudus Gara-Gara IPAL Tak Penuhi Standar

Next Post

Warga Protes Jalan Rusak di Desa Daren Jepara Tak Segera Diperbaiki

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Museum RA Kartini Rembang Tutup Sementara untuk Fumigasi, Ini Penjelasannya

Museum RA Kartini Rembang Tutup Sementara untuk Fumigasi, Ini Penjelasannya

by ulfa puspa
15 Agustus 2026
523

REMBANG, Harianmuria.com – Museum RA Kartini Rembang tutup sementara 13 hingga 18 Agustus 2026. Penutupan tersebut untuk perawatan rutin menggunakan metode fumigasi, yaitu pembasmian hama yang dapat merusak...

Sekolah Rakyat di Rembang Punya Lapangan Mini Soccer Berstandar FIFA, Masih Tunggu Finishing

Sekolah Rakyat di Rembang Punya Lapangan Mini Soccer Berstandar FIFA, Masih Tunggu Finishing

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
516

REMBANG, Harianmuria.com – Tiga fasilitas olahraga Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Rembang telah rampung dan siap digunakan. Ketiga fasilitas olahraga tersebut yakni lapangan voli dan basket berstandar nasional serta...

HUT ke-81 RI, POSSI Rembang akan Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Gede

HUT ke-81 RI, POSSI Rembang akan Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Gede

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
554

REMBANG, Harianmuria.com – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan dilakukan dengan cara berbeda oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Rembang. Empat penyelam POSSI Rembang akan...

Pemkab Rembang Usulkan 7 Formasi Dokter Spesialis di CPNS 2026

Pemkab Rembang Usulkan 7 Formasi Dokter Spesialis di CPNS 2026

by Rosyid
13 Agustus 2026
527

REMBANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengusulkan tujuh formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tenaga dokter spesialis pada 2026. Pengajuan tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan...

Load More

BERITA UTAMA

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
524
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
527
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
529
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
528

TRENDING HARI INI

  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    171 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    647 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Antusiasme Balap Tinggi, Blora Diwacanakan Punya Sirkuit Dragbike Permanen

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • NgAllah Suluk Maleman: Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Festival Menjadi Gresik Ajak Warga Cintai Kota Lewat Seni dan Kuliner

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Harga Material Naik, Anggaran RTLH di Semarang Jadi Rp35 Juta per Unit

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Peserta cek kesehatan gratis Blora capai 210.000 orang.

Blora Masuk 6 Besar Jateng, 210 Ribu Warga Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2025
553
RENDANG: Ilustrasi makanan yang mengandung kolestrol. (Istimewa/Harianmuria.com)

Kiat Konsumsi Daging Kurban Tetap Aman untuk Pengidap Kolestrol

30 Juni 2023
542

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya