PATI, Harianmuria.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengajukan tambahan revitalisasi 19 SD dan SMP negeri pada tahun anggaran 2026 menyusul kerusakan bangunan akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.
Hal itu disampaikan Chandra di sela peresmian program revitalisasi 90 SDN dan SMPN tahun anggaran 2025 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SMPN 8 Pati, Minggu, 12 April 2026.
Chandra menyebut, puluhan sekolah yang diusulkan perbaikan merupakan bangunan yang mengalami kerusakan cukup serius, terutama akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
Salah satu kasus terbaru terjadi di SDN Mencon, Kecamatan Pucakwangi, di mana bangunan sekolah dilaporkan roboh akibat cuaca ekstrem pada Sabtu petang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Tahun ini kami mendapatkan revitalisasi di sekolah yang kemarin terdampak bencana, ada sekitar 19 sekolah. Kondisi sekolah di Pati masih banyak yang bangunan lama maka akan kami adakan evaluasi layak atau tidak. Seperti yang terjadi di SDN Mencon gedungnya roboh, alhamdulilah tidak ada korban jiwa karena ini hari Minggu,” katanya.
Ia menambhakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Pati.
“Rencana hari Senin akan kami adakan evaluasi semua sekolah, untuk melihat apakah gedung-gedung tersebut masih layak atau tidak. Kami juga akan membentuk tim untuk mengecek langsung kondisi tempat belajar mengajar,” jelasnya.
Di sisi lain, Menteri Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi 90 satuan pendidikan yang telah rampung dikerjakan pada 2025. Program tersebut merupakan bagian dari instruksi Presiden, Prabowo Subianto, dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan nasional.
“Saya meresmikan 90 satuan pendidikan yang mendapatkan anggaran revitalisasi di tahun 2025. Alhamdulillah semua sudah selesai 100 persen dan sudah digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pati,” katanya.
Revitalisasi tersebut mencakup berbagai pembangunan dan perbaikan fasilitas, seperti ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, hingga penyediaan toilet umum di tiap sekolah.
“Revitalisasi bervariasi, ada kelas baru, lab, perpustakaan, hampir semua ada toilet. Bervariasi satu sekolah dengan sekolah lain, keseluruhan Rp67 miliar sekian keseluruhan. Insyaallah di 2026 akan lebih banyak,” tambahnya.
Total anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp67 miliar. Pemerintah pusat juga berkomitmen untuk memperluas cakupan revitalisasi sekolah pada tahun berikutnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Rosyid











