KUDUS, Harianmuria.com – Sebanyak tujuh pesantren di Kabupaten Kudus, turut memeriahkan Sepak Bola Liga Santri Piala KASAD 2022. Ketujuh pesantren tersebut, akan bertanding untuk menentukan tim mana yang bakal mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi.
Liga Santri di Kabupaten Kudus sendiri, digelar mulai tanggal 20 Juni – 2 Juli 2022. Pesantren yang ikut yakni Ponpes Al Ma’ruf, Ponpes Qudsiyyah, Ponpes Al Thoyani, Ponpes Darus Syifa, Ponpes Al Hidayah, Ponpes Yanbu’ul Quran, dan Ponpes Sabilur Rosyad.
Bupati Kudus, HM Hartopo mengapresiasi kompetisi Liga Santri. Menurutnya, hal ini bisa menjadi ajang bagi para santri untuk menunjukkkan bakat mereka di bidang sepak bola. “Saya mengapresiasi adanya liga santri ini, karena para santri itu tidak hanya mengaji saja tapi ternyata juga bisa menunjukkan kebolehannya,” ucapnya saat menghadiri pembukaan Liga Santri di Stadion Wergu Wetan, Senin (20/6).
Dia pun berharap, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit baru pesepakbola profesional. ASKAB PSSI Kudus pun diminta untuk memantau jalannya pertandingan agar bisa mencari bibit pemain Persiku Kudus.
“Kompetisi ini juga jadi ajang mencari bibit pemain baru bagi Persiku. Harapan kami juga yang menang nanti bisa mewakili Kudus ataupun Jawa Tengah di tingkat nasional nanti,” katanya.
Hartopo mengimbau, ASKAB PSSI untuk memperhatikan potensi lokal. Dia berharap, pemain baru Persiku kedepannya bisa berasal dari warga lokal semua. “Kalau bisa semua pemain Persiku dari lokal pribumi Kudus sendiri, tidak perlu mengambil dari luar daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menargetkan tim dari Kabupaten Kudus bisa menjadi juara nasional dan memenangkan piala KASAD dalam liga santri tahun ini. Mengingat, pada gelaran liga santri terakhir, Kudus mampu masuk ke babak final.
“Mudah-mudahan dapat hasil yang terbaik, target kami bisa juara nasional. Apalagi sudah ada evaluasi dan koreksi dari pertandingan sebelumnya,” tuturnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto menyampaikan, kompetisi ini memang sebagai ajang untuk mencari pemain unggul dari kalangan santri. Apalagi banyak pesantren di Kabupaten Kudus. “Kedepannya kami akan terus memberikan dukungan dan pendampingan untuk mencari bibit-bibit pemain baru yang profesional,” ungkapnya. (Lingkar Network I isa I Harianmuria.com )









